Selamat Datang

Bagi pecinta dunia pengetahuan selamat datang dan selamat mengasah, asih dan asuh untuk kesejahteraan bagi diri dan lingkungannya......

Minggu, 24 Agustus 2014

LANDASAN PEDAGOGIS PENDIDIKAN BUDAYA Dan KARAKTER BANGSA



LANDASAN PEDAGOGIS PENDIDIKAN
BUDAYA Dan KARAKTER BANGSA


Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pengembangan    :     Pengembangan potensi peserta didik
Perbaikan             :     Memperkuat kiprah pendidikan nasional
Penyaring             :     Untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain

Latar Belakang
Persoalan budaya dan karakter bangsa :
Ø  Korupsi
Ø  Kekerasan
Ø  Kejahatan seksual
Ø  Perusakan
Ø  Perkelahian massa
Ø  Kehidupan ekonomi yang konsumtif
Ø  Kehidupan politik yang tidak produktif

Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik.
Budaya :
Keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (believe) manusia yang dihasilkan masyarakat.

Karakter :
Watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak.

Suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik agar mampu melakukan proses internalisasi, menghayati nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, dan mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.

Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
·         Mengembangkan potensi kalbu/afektif peserta didik sebagai manusia dan warga negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
·         Mengembangkan kebisaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
·         Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik, sebagai generasi penerus bangsa.
·         Mengembangkan kemampuan peserta didik, menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan.
·         Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.

Nilai Dalam Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa

v  Agama
v  Pancasila
v  Budaya
v  Tujuan Pendidikan Nasional



INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

NILAI
DESKRIPSI
INDIKATOR SEKOLAH
INDIKATOR KELAS
1.      Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk  agama lain.
§  Merayakan hari-hari besar keagamaan.
§  Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah.
§  Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.
§  Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
§  Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah.
2.      Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
§  Menyediakan fasilitas tempat  temuan barang hilang.
§  Transparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala.
§  Menyediakan kantin kujujuran.
§  Menyediakan kotak saran dan pengaduan.
§  Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian.
§  Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang.
§  Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.
§  Transparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala.
§  Larangan menyontek.
3.      Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
§  Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas.
§  Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
§  Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.
§  Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus.
§  Bekerja dalam kelompok yang berbeda.

4.      Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
§  Memiliki catatan kehadiran.
§  Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin.
§  Memiliki tata tertib sekolah.
§  Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin.
§  Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.
§  Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK).

§  Membiasakan hadir tepat waktu.
§  Membiasakan mematuhi aturan.
§  Menggunakan pakaian praktik sesuai dengan program studi keahlian (SMK).
§  Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (Sesuai program studi keahlian) (SMK).
5.      Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
§  Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.
§  Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.
§  Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.
§  Menciptakan suasana kompetisi yang sehat.
§  Menciptakan kondisi etos kerja, pantang menyerah, dan daya tahan belajar.
§  Menciptakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja.
§  Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar.

6.      Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.
§  Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.
§  Pemberian tugas yang menantang munculnya karya-karya baru baik yang autentik maupun modifikasi.
7.      Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik.
Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri.
8.      Demokratis
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
§  Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan.
§  Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan.
§  Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.
§  Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat.
§  Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka.
§  Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat.
§  Mengimplementasikan model-model pembelajaran yang dialogis dan interaktif.

9.      Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.
§  Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah.
§  Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.
§  Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu.
§  Eksplorasi lingkungan secara terprogram.
§  Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik).

10.  Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
§  Melakukan upacara rutin sekolah.
§  Melakukan upacara hari-hari besar nasional.
§  Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional.
§  Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah.
§  Mengikuti lomba pada hari besar nasional.

§  Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku, etnis, status sosial-ekonomi.
§  Mendiskusikan hari-hari besar nasional.
11.  Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
§  Menggunakan produk buatan dalam negeri.
§  Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
§  Menyediakan informasi (Dari sumber cetak, elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.
§  Memajangkan : foto presiden dan wakil presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia.
§  Menggunakan produk buatan dalam negeri.

12.  Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.
§  Memberikan penghargaan atas hasil prestasi
§  Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik.
§  Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.
§  Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi.

13.  Bersahabat / Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
§  Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antar warga sekolah.
§  Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.
§  Saling menghargai dan menjaga kehormatan.
§  Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban.
§  Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik.
§  Pembelajaran yang dialogis.
§  Guru mendengarkan keluhan-keluhan peserta didik.
§  Dalam berkomunikasi, guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik.


14.  Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
§  Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis.
§  Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
§  Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bisa gender.
§  Perilaku seluruh warga sekolah yang pernah sayang.
§  Menciptakan suasana kelas yang damai.
§  Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.
§  Pembelajaran yang tidak bias gender.
§  Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang.

15.  Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
§  Program wajib baca.
§  Frekuensi kunjungan perpustakaan.
§  Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca.
§  Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik.
§  Frekuensi kunjungan perpustakaan.
§  Saling tukar bacaan.
§  Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi.

16.  Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
§  Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.
§  Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.
§  Menyediakan kamar mandi dan air bersih.
§  Pembiasaan hemat energi.
§  Membuat biopori di area sekolah.
§  Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik.
§  Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.
§  Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik.
§  Penanganan limbah hasil praktik (SMK).
§  Menyediakan peralatan kebersihan.
§  Membuat tandon penyimpanan air.
§  Memrogramkan cinta bersih lingkungan.

§  Memelihara lingkungan kelas.
§  Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas.
§  Pembiasaan hemat energi.
§  Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai digunakan (SMK).
17.  Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
§  Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial.
§  Melakukan aksi sosial.
§  Menyediakan fasilitas untuk menyumbang.
§  Berempati kepada sesama teman kelas.
§  Melakukan aksi sosial.
§  Membangun kerukunan warga kelas.

18.  Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (Alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
§  Membuat laporan setiap kegiatan yang dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis.
§  Melakukan tugas tanpa disuruh.
§  Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat.
§  Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas.

§  Pelaksanaan tugas piket secara teratur.
§  Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah.
§  Mengajukan usul pemecahan masalah.

Tidak ada komentar:

jangan ditiru...!!!!

jangan ditiru...!!!!

ALBUMKU......