Selamat Datang

Bagi pecinta dunia pengetahuan selamat datang dan selamat mengasah, asih dan asuh untuk kesejahteraan bagi diri dan lingkungannya......

Senin, 04 April 2011

Efektifitas,Inovasi dan Mutu Pembelajaran

A. Efektifitas Pembelajaran
Dalam suatu pembelajaran mestinya rencana harus diarahkan pada efektifitas kegiatan. Kegiatan dikatakan efektif bila antara rencana sesuai dengan hasilnya atau dengan kata lain tepat sasaran. Hasil kajian Scheerens (1990;1992) antara lain mengungkapkan bahwa budaya Pemerintah, organisasi Pemerintah, dan aplikasi tehnologi pendidikan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Untuk meningkatkan hasil belajar , maka perlu ditingkatkannya sumber daya. Sumber daya tidak hanya 3 M ( Man, Money, Material) saja tetapi pengertian sumber daya dalam cakupan yang lebih luas terdiri dari (Caldwell & Spink,1998):
a. knowledge (pengetahuan yaitu kurikulum, tujuan dan pengajaran)
b. technology (media,tehinik dan alat pembelajaran)
c. power (kekuasaan, wewenang)
d. material (fasilitas, peralatan )
e. people ( tenaga kependidikan, administratif, dan stap pendukung lainnya)
f. Time ( alokasi waktu per tahun,per minggu, per hari, per jam pelajaran )
g. Finance ( alokasi dana )
Dalam pencapaian efektifitas pembelajaran maka disarankan untuk bisa :
a. Memberikan pemahaman mengenai faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengembangkan pandangan hidup warga belajar.
b. Mengembangkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan.
c. Mengembangkan sikap cinta belajar dan mewujudkannya di dalam setiap kegiatan yang terjadi sepanjang hidup.
d. Mengembangkan bakat kreatif secara penuh dalam berbagai bidang.

B. Inovasi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi begitu cepatnya, maka guru perlu melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajarannya. Pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa adalah idaman setiap guru dan siswa. Dalam kamus Bahasa Inggris E. Echols Inovasi (Innovation) sebagai pembaharuan atau perubahan secara baru.

Ciri-ciri inovasi yang dikemukakan Rogers adalah sebagai berikut :
1. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi menguntungkan bagi penerimannya.
2. Kompatibel ( compatibility ), yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai,pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima.
3. Kompleksitas (complexity), yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimannya.
4. Trialibilitas (trialibility), yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerimanya.
5. Dapat diamati (observability), yaitu mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi.
Sedangkan berdasarkan obyeknya jenis inovasi ada tiga jenis yaitu :
1. Inovasi dalam jenis hubungan antar orang.
2. Inovasi dalam jenis software (piranti lunak), misalnya model sistem penyampaian.
3. Inovasi dalam jenis hardware ( piranti keras ), misalnya perubahan bentuk ruang kelas.
Supaya dalam penyampaian materi pembelajaran calistung mudah diterima dan dipahami warga belajar maka inovasi yang dilakukan tutor antara lain dengan membuat huruf-huruf dari karton tebal sebagai jiplakan. Begitu juga dalam pengenalan angka. Karton tebal bekas kardus air minum diguntingi sebagai bahan jiplakan warga belajar. Ini untuk memudahkan warga belajar buta huruf murni dalam menulis.
Supaya dalam pembelajaran tidak mengalami kejenuhan maka tutor mengajak WB berjalan-pjalan ke lingkungan sekitar untuk mengambil ranting-ranting pohon. Dalam pengenalan huruf juga kegiatan ini sangat menarik. Dari ranting pohon WB diajak memilih dan menggabungkan ranting-ranting tersebut untuk dijadikan huruf .
C. Mutu
Suatu kegiatan dikatakan berhasil bila hasil atau mutu keluarannya sesuai dengan yang diharapkan. Konsep tentang mutu banyak sekali diantaranya adalah yang pertama, mutu dipandang sebagai dampak dari hal yang tidak dapat dilukiskan. Kedua, mutu sebagai suatu ukuran dari sebuah akhir penilaian. Ketiga, mutu merupakan bahan bagi suatu reputasi baik bagi pemakainya
Pendidikan yang bermutu merupakan harapan dari setiap masyarakat suatu negara, ini bisa dipahami dikarenakan modal kehidupan untuk setiap perubahan jaman adalah pendidikan. Garvin mengidentifikasi 8 dimensi sebagai suatu kerangka kerja untuk mempertimbangkan mutu :
1. Permonfance ( Grade of Quality) karakteristik utama produk jasa.
2. Features” Remote control” alat kendali.
3. Reability-konsistensi dari performa sepanjang waktu.
4. Durability- sesuatu yang bertahan lama/masa manfaat.
5. Serviceability-sesuatu yang mudah diperbaiki.
6. Aesthetics- sesuatu yang menarik dan berani.
7. Responsiveness-sesuatu yang memiliki ketanggapan yang tinggi.
8. Reputasi-pervoma masa lalu dan sesuatu yang tak berujud lain.
Untuk peningkatan mutu maka perlu adanya pemikiran dalam meraihnya. Sumber daya dan perangkat penunjang harus diadakan atau diberdayakan.

Pustaka:

Fattah, Nanang,2005. Manajemen Berbasis Pemerintah, Jakarta : Universitas Terbuka.

Suprayekti dkk,2005. Pembaharuan Pembelajaran di SD, Jakarta : Universitas Terbuka.

Wahyudin, H.Dinn,2004. Pengantar Pendidikan, Jakarta : Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:

jangan ditiru...!!!!

jangan ditiru...!!!!

ALBUMKU......