Selamat Datang

Bagi pecinta dunia pengetahuan selamat datang dan selamat mengasah, asih dan asuh untuk kesejahteraan bagi diri dan lingkungannya......

Jumat, 04 Maret 2011

USULAN MODEL EVALUASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR YANG DAPAT MEMBERIKAN DAMPAK SEGNIFIKAN BAGI PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

I.PENDAHUALUAN

A. Latar belakang

Pembelajaran Berbasis Kompetensi merupakan wujud pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai kuríkulum in action. Salah satu rangkaian pembelajaran berbasis kompetensi pelaksanaan adalah evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi.

Mengacu pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur, yaitu masukan, proses dan keluaran/hasil; maka terdapat tiga jenis evaluasi sesuai dengan sasaran evaluasi pembelajaran, yaitu evaluasi masukan, proses dan keluaran/hasil pembelajaran.

Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan dosen, kurikulum dan materi pembelajaran, strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata kuliah, serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran berlangsung.

Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pembelajar meliputi keefektifan strategi pembelajaran yang dilaksanakan, keefektifan media pembelajaran, cara mengajar yang dilaksanakan, dan minat, sikap serta cara belajar mahasiswa.

Evaluasi hasil pembelajaran atau evaluasi hasil belajar antara lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar sebagai prestasi belajar, dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap mahasiswa.

Model evaluasi kegiatan mengajar sangat penting untuk meningkata output yang maksimal sesuai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Model evaluasi yang menarik, kreatif dan inovatif bisa membawa anak didik lebih terfokus dan tertantang maju untuk menyelesaikan soal. Dengan rangsangan yang berupa game maka hasil kegiatan evaluasi akan maksimal pula.

Tetapi pada kenyataannya guru kurang memperhatikan hal-hal yang dimaksud di atas. Model konvensional seringkali digunakan sehingga prosentase perolehan hasil pembelajaran kurang memuaskan

B. Tujuan dan Manfaat

1. Tujuan

Tujuan dilaksanakannya pembuatan model evaluasi proses dan hasil pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian hasil pembelajaran oleh setiap murid. Informasi kedua hall tersebut pada gilirannya sebagai masukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran

2. Manfaat

Manfaat dilaksanakannya model evaluasi proses dan hasil pembelajaran ada beberapa hal, diantaranya yang penting √°dalah:

(1) Memperoleh pemahaman pelaksanaan dan hasil pembelajaran yang telah berlangsung/dilaksanakan guru.

(2) Membuat keputusan berkenaan dengan pelaksanaan dan hasil pembelajaran, dan (3) Meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran dalam rangka upaya meningkatkan kualitas keluaran.

II. EVALUASI PROSES PEMBELAJARAN

A. Sasaran.

Sasaran evaluasi proses pembelajaran adalah pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran untuk memperoleh pemahaman tentang strategi pembelajaran yang dilaksanakan oleh dosen, cara mengajar dan media pembelajaran yang digunakan oleh dosen dalam pembelajaran, serta minat, sikap dan cara/kebiasaan belajar mahasiswa.

B. Tahapan pelaksanaan evaluasi

Tahapan pelaksanaan model evaluasi proses pembelajaran adalah penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan instrumen evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan interpretasi dan tindak lanjut

1. Menentukan tujuan

Tujuan model evaluasi proses pembelajaran dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Secara umum tujuan evaluasi proses pembelajaran untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

(1) Apakah strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan oleh guru efektif,

(2) Apakah media pembelajaran yang digunakan oleh guru efektif,

(3) Apakah cara mengajar guru menarik dan sesuai dengan pokok materi sajian yang dibahas, mudah diikuti dan berdampak mahasiswa mudah mengerti materi sajian yang dibahas,

(4) Bagaimana persepsi siswa terhadap materi sajian yang dibahas berkenaan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai,

(5) Apakah siswa antusias untuk mempelajari materi sajian yang dibahas,

(6) Bagaimana siswa mensikapi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

(7) Bagaimanakah cara belajar siswa mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru

2. Menentukan model evaluasi

Desain model evaluasi proses pembelajaran mencakup rencana evaluasi proses dan pelaksanaan evaluasi.

3. Pembuatan model evaluasi

Model Evaluasi yang menarik bisa berupa penggunaan IT. Penggunaan IT bisa merangsang siswa untuk melakukan pengerjaan evaluasi secara menyenangkan sehingga bisa mencapai hasil yang memuaskan. Salah satu contohnya adalah game yang berupa pertanyaan, kuis dan sebagainya. Dengan media komputer, guru bisa menggunakan power point untuk membuat model evaluasi yang menyenangkan. Ada lagi menggunakan sofwer autoplay. Dan yang lebih bagus lagi menggunakan sofwer flash macromedia.

Setelah media terbuat dengan media sofwer pilihan antara lain seperti di atas maka langkah selanjutnya bisa dibakar (burn) menjadi CD Pembelajaran Interaktif. Anak dihadapkan multimedia komputer, CD dimasukkan maka anak/siswa bisa belajar sambil bermain atau sebalinya bermain sambil belajar.

4. Pengumpulan data atau informasi

Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan secara obyektif dan terbuka agar diperoleh informasi yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran.

Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan pada setiap akhir pelaksanaan pembelajaran untuk materi sajian berkenaan dengan satu kompetensi dasar dengan maksud guru dan siswa memperoleh gambaran menyeluruh dan kebulatan tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk pencapaian penguasaan satu kompetensi dasar.

III. Kesimpulan

Model evaluasi kegiatan belajar mengajar yang menarik bisa menghasilkan output yang maksimal sehingga bisa menambah daya dorong bagi siswa untuk berkompetisi prestasi dan bagi guru bahwa profesionalisme bisa dibangun dengan berbagai hal salah satunya membuat model evaluasi berbasi teknologi informasi.

IV. Pustaka

Majalah Swamedia, edisi 3, April 2009

www.lpp.uns.ac.id

lpp@uns.ac.id

Tidak ada komentar:

jangan ditiru...!!!!

jangan ditiru...!!!!

ALBUMKU......