PERMENDIKBUD

Minggu, 12 Desember 2010

Pembelajaran dan Manajemen

PEMBELAJARAN DAN MANAJEMEN

Dilihat dan kacamata tugas guru, pembelajaran akan menyangkut dua rangkat kegiatan yaitu: mengajar dan manajemen. Kegiatan mengajar dimaksudkan untuk membantu peserta didik mencapai tujuan-tujuan pcndidikan. Mendiagnosis kebutuban peserta didik, perenoanaan pengajaran, penyajian inforrnasi, mengajukan pertanyaan, dan menilai kemaluan peserta didik adalah berbagai contoh kegiatan mengajar. Sedangkan kegiatan manajerial dimaksudkan untuk menciptakan dan memelihara kondisi yang memungkinkan pembelajaran berlangsung dengan efektif dan efisieri. Pemberiari hukuman dan ganjaran, pengembangan rapport (hubungan akrab) antara guru dan peserta didik, pengembanigan norma kelompok yang produktif merupakan contoh berbagai kegiatan manajerial.

Kedua hal tersebut, yaitu kegiatan mengajar dan manajerial, di dalam praktek sering kali sulit ditarik garis pemisah yang tegas. Akan tetapi seorang guru perlu paham mana persoalan mengajar dan mana persoalan manajerial. Sebagai contoh, perencanaan pengajaran yang baik dan cukup menarik tidak akan dapat memecahkan masalah anak yang menarik diri sebab perilaku menarik diri bisa disebabkan oleh penolakan kawan sekelas anak itu terhadap dirinya. Perencanaan pengajaran adalah persoalan mengajar, sedangkan perilaku penolakan dan menarik diri adalah persoalan manajemen kelas dan menghendaki pemecahan manajerial.

Jika demikian halnya. tampak bahwa manajemen kelas adalah prasyarat dan sekaligus menjadi aspek penting bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Berbagai basil penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara perilaku manajemen kelas yang dilakukan guru dengan penilaku yang diharapkan dan peserta didik (James M. Cooper, ed. 1990). Beberapa contoh dalam hal apa strategi manajemen kelas yang efektif untuk mengembangkan perilaku peserta didik ialah: (1) strategi otoriter efektif untuk rnengikuti perilaku yang keliru, (2) sategi modifikasi perilaku efektif untuk meningkatkan perilaku yang tepat, (3) srategi iklim sosio-emosional efektif untuk mempercepat hubungan antarpribadi yang positif, dan (4) strategi proses kelompok efektif untuk menumbuhkan noma kelompok kelas.

1. Faktor Keragaman dan Perkembangan di dalam Manajemen Kelas

Keragaman individual dan kelompok di antara peserta didik membawa implikasi terhadap manajemen kelas. Keragaman usia, jender (gender yaitu identitas jenis), etnik kecakapan, dan kesiapan belajar adalah faktor-faktor yang harus dipertimbangkan di dalam manajemen kelas. Sebagai contoh. kemampuan identitas jenis yang tampak pada anak sekolah dasar ialah aktivitas fisik. Anak laki-laki, secara fink, lebih aktif daripada anak perempuan. Implikasi dan kondisi itu ialah hahwa di dalam manajemen kelas sulit dilakukan pembatasan-pembatasan yang ketat bagi aktivitas fisik anak. Penataan kelas yang kaku akan menghambat aktivitas fisik anak dan dapat menjadikan dia frustasi.

Ilustrasi di atas tidak mengandung anti bahwa pembatasan harus ditiadakan, akan tetapi tentu perlu dilakukan penyesuaian. Dalam hal mi guru hendaknya memikirkan dan mencermati: (1) apakab model pembelajaran yang digunakan cocok bagi peserta didik? (2) pembatasan-pembatasan fisik apa yang benar-benar dipeniukar? (3) adakab ragain cam yang bisa ditenipuh untuk rnencapai tujuai, sehingga peserta didik dapat menggunakan berbagai cara yang lebih disukai dan cocok dengan dirinya? Artinya, guru perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi peserta didik. Seorang anak yang menunjukkan dorongan aktivitas fisik yang tinggi perlu diberi peluang di dalam cara-cara yang tidak menimbulkan pertentangan atau konflik dengan tujuan penhelajaran.

Keragaman yang diuraikan di atas terkait erat dengan perkembangan peserta didik. Dalam Kegiatan Belajar 1 telah dibahas berbagai hal tentang perkembang peserta didik, baik perkeinbangan fisik, kognitif, pribadi maupun sosial. Semua aspek perkembangan ini berpengaruh terhadap peran guru dan teknik-teknik manajemen kelas.

Karena sifat dan karakteristik perkembangan peserta didik, kelas-kelas di tingkat sekolah dasar, dapat digolongkan ke dalam kelas awal/rendah (kelas 1-3) dan kelas tinggi (kelas 4-6). Balikan Brophy dan Evertson (Good dan Brophy, 1990) membedakannya ke dalam kelas-kelas awal, tengah, dan tinggi. Penggolongan kelas seperti ini membawa implikasi terhadap peran guru dan teknik manajemen kelas.

Lebih jauh di gambarkan oleh Brophy dan Evertson bagaiinana guru berperan dalam setiap golongan kelas yang dimaksud, seperti berikut ini:

a. Pada tingkat taman kanak-kanak dan kelas awal. Pada tingkat ini anak disosialisasikan ke dalam peran serta didik dan diajari keterampilan dasar. Orang dewasa, jelasnya guru, masib lebih banyak tampil sebagai figur otoritas yang mengajarkari, apa yang harus dan yang tidak boleb dilakukan. Anak Iebih banyak mçmerlukan arahan, dorongan, bantuan, dan perhatian dari guru. Perilaku menyenangkan guru masih tampak dominan pada tingkat ini. Pada saat ini masalah atau gangguan serius belum tampak. Konsekuensinya, fungsi utama guru sebagai pengajar dan pengsosialisasi anak yang mengajar anak tentang apa yang harus dilakukan, daripada membawa anak menyetujui atau menyepakati aturan-aturan yang dikena1nya. Pada tingkat kelas ini, aspek pengajaran dan sosialisasi nienjadi aspek fundamental dan manajemen kelas.

b. Pada tingkat kelas tengah. Tingkat ini berawal ketika sosialisasi terhadap peran peserta didik dilakukan dan terus dilanjutkan pada tingkat berikutnya. Pada tingkat ini anak sudah lebih mengenal aturan rutin sekolah dan dia relatif menyepekatinya. Jadwal kehadiran di sekolah, tata cara berpakaian merupakan aturan rutin yang dikenal dan “disepakati” anak. Gangguan serius mulai sering muncul, walaupun bukan sebagai hal yang umum. Dalam kondisi ini memelihara lingkungan belajar yang tepat merupakan aspek sentral dan manajemen kelas bagi keberhasilan pembelajaran.

c. Pada tingkat kelas tinggi. Pada tingkat ini anak mengalihkan orientasi dan menyenangkan guru kepada menyenangkan kelompok sebaya. Guru mulai disesalkan jika bertindak sebagai figur otoritas. Beberapa anak mulai menimbulkan gangguan dan sulit dikendalikan daripada sebelumya. Keadaan ini menjadi unsur penting dari peran guru lain halnya dengan tingkat awal, pada tingkat ini guru lebih berperan dalam memotivasi peserta didik untuk berperilaku sebagaimana seharusnya mereka berbuat dan bukan mengajari mereka bagaimana melakukan itu.

d. Pada tingkat lanjutan. Pada tingkat ini guru harus memperhatikan anak sebagai individu, artinya guru harus memperhatikan benar siswa dan segi minat, kepribadian, kemampuan. sifat, kebutuhan, masalah, agar pembelajaran dapat terjadi secara optimal Selain ini juga perlu memperhatikan faktor psikologi anak yang mencakup masa peralihan dari anak ke remaja (pubertas) dan dan remaja ke dewasa.

Uraian di atas menunjukkan betapa aspek dalam manajemen kelas harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan-keputusan dalam pembelajaran dalam setiap tingkatan kelas.

2. Tahap-tahap Proses Manajemen Kelas

Di depan telah dikemukakan bahwa pendekatan jamak memandang manajemen kelas sebagai suatu proses, sebagai perangkat kegiatan, di mana guru mengembangkan dan memelihara kondisi untuk terjadinya pembelajaran yang efektif dan efisien. Di dalam pendekatan jamak ini ada empat langkah yang mesti di tempuh guru untuk melaksanakan manajemen kelas (James and Cooper, ed, 1990). Keempat langkah tersebut ialah:

(1) merumuskan kondisi kelas yang dikehendaki, (2) menganalisis kondisi kelas yang ada pada saat ini, (3) memilih dan menggunakan startegi manajerial, serta (4) menilai efektivitas manajerial.

3. Merumuskan spesifikasi Kondisi Kelas yang Dikehendaki

Manaemen kelas adalah proses yang bertujuan, yaitu guru menggunakan brbagai strategi manajerial untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dan diidentifikasikasi dengan baik. Oleh karena itu, tahap pertama yang harus dilakukan guru ialah merumuskan spesifikasi kondisi kelas yang dikehendaki, sebagai suatu kondisi ideal. Untuk itu seorang guru perlu memiliki konsep yang jelas tentang kondisi. kelas yang diyakininya sebagai kondisi untuk terjadmya pembelajaran yang efektif kondisi yang dimaksud bukanlah kondisi yang beilaku universa1 sepanjang waktu dan dalam berbagai adegan, melainkan kondisi yang harus diuji dan diperbaiki.

Secara konkret kondisi kelas yang dikehendaki dapat dirumuskan dalam bentuk rurnusan perilaku peserta didik yang diharapkan terjadi pada saat proses pernbelajaran. Sebagai contoh apakah perilaku berikut diharapkan terjadi pada peserta didik?

1. Siswa menarnpillcan perilaku berorientasi tugas.

2. Siswa memahami harapan guru dan berperilaku sesuai dengan harapan kita.

3. Siswa menampilkan penilaku belajan yang.produktif.

4. Siswa mengikuti aturan yang ditetapkan.

5. Siswa berkomunikasiterbuka danjujur, dansebagainya.

Harapan guru terbadap peserta didik sekaligus merupakan peran peserta didik itu. Good danBrophy (1990) merumuskan peran peserta didik .ini ke dalam tiga peran. pokok,::yáitu: (I) penguasaan keterampilan .dasar, (2) pengembangan minat terhadap pengetabuan tentang topik-topik yang turkandung dalam kurikulum, dan (3) partisipasi sehagai anggota kelompok.

4. Menganalisis Kondisi Kelas Aktual

Kondisi kelas aktual adalah kondisi pada saat ini. Analisis kondisi kelas pada saat ini penting di1akukan untuk dibandingkan dengan kondisi ideal yang telah dirumuskan pada tahap satu Analisis semacam ini akan membantu guru untuk mengidentifikasi hal-hal berikut ini.

a. Kesenjangan antara kondisi nyata dangan kondisi ideal, dan menetapkan hal-hal yang segera memerlukan perhatian.

b. Masalah-masalah potensial yang bisa muncul sekiranya guru tidak behasil mencegahnya.

c. Kondisi nyta yang perlu dipelihara, ditingkatkan, dan dipertahahkan karena merupakan kondisi yang dikehendaki.

Kegiatan operasionainpada tahap kedua ini ialah merumuskan masalah manajenial dan. masalah pengajaran. Cermatilah ilustrasi berikut agar Anda memahami benar kegiatan ini.

Contoh:

Ilustrasi 1

Ramli seorang siswa kelas enam menunjukkan unjuk kerja akademik rendah. Kemampuan belajarnya kira-kira sama dengan kelas empat. Pak Ato, guru Ramli menggambarkan dia sebagai anak “paling jelek” di kelasnya karena terus-menerus berperilaku tidak sesuai, menolak mengerjakan pekerjaan rumah, dan sering mengganggu temannya di kelas.

Diskusi

Sekalipun selintas tarnpak sebagai masalah manajerial, namun masalah yang dihadapi Ramli lebih merupakan masalali pengajaran. Kemampuan akademik Ramli yang rendah menjadikan dia frustasi dan frustasi yang dialaminya itu menimbulkan perilaku salah suai. Mengharapkan Ramli mampu menampilkan kualitas kerja yang sama dengan temannya adalah hal yang tidak realistik. Yang perlu dilakukan ialah guru memperbaiki pengajaran yang sesuai dengan tingkat kecakapan dan prestasi Ramli slingga dia mcmperoeh kesempatan sukses. Kesempatan sukses ini kiranya dapat mengurangi kebutuhan Ramli untuk menampilkan perilaku salah suai.

ilustrasi 2

Walaupun Suci sudah delapan minggu memasuki sekolah baru, namun dia tetap masih berstatus sebagai “siswa baru”. Din masih belum dapat diterima sepenuhnya oleh teman sekelasnya di kelas empat. Dia tampak malu dan menghindar. Bu Dian, guru Suci mencoba melakukan upaya untuk mengungkap permasalahan Suci. Dia (Bu Dian) membentuk kelompok kecil untuk mengerjakan proyek bidang studi IPS. Dan Suci ditempatkan di dalam kelompok tersebut bersama tiga siswa wanita temannya.

Diskusi

Iustrasi di atas menggambarkan masalah manajerial. Jika Suci datang dengan partisipasi penuh, sebagai anggota yang aktif, gurunya tentu harus membantu dia mempersepsi kelompok sebagai kelompok yang atraktif dan menerima anggotanya. Kegiatan pengajaran tertentu, seperti dilakukan Bu Dian, dapat membantu mempermudah proses, akan tetapi esensi masalahnya terletak pada masalab manajerial. Tujuan manajerial yang dapat diangkat dan kasus ini mencakup: (1) siswa menuniukkan huburigan antarpribadi yang positif, (2) siswa menampilkan kekohesian kelompok, dan (3) siswa tampil sebagai anggota kelompok kelas.

Memilih dan Menggunakan Strategi Manajerial

Setelah mengidentifikasi kesenjangan kondisi aktual dengan kondisi deal, yang dirumuskafl di dalam masalah manajerial, langkah berikut adalah nemilih dan menggunakan strategi yang akan dilakukan untuk menjembatani kusenjangan tersebut atau memecahkan masalah, mencegah timbulnya masalah, dan memelihara kondisi positif yang telab terjadi.

Guru dapat mernilih lebih dan satu pendekatan manajerial di dalam mengembangkan kondisi kelas yang mendukung proses pembelajaran yang efktif.

Menilai Efektivitas Manajerial

Pada tahap keempat ini guru menilai upayanya sendiri. Sampai di mana upaya yang dilakukan itu dalam mengembangkafl dan memelihara kondisi yang dikehendaki, serta sampai di mana upaya itu dapal mempersempit kesenjangan antara kondisi aktual dengan kondisi ideal. Penilaian ini difokuskan kepada dua perangkat perilaku, yaitu perilaku guru dan perlaku peserta didik.

Dalam hal pertama guru menilai sampai di maria perilaku dan strategi manajerial yang digunakan dapat menumbuhkan kondisi yang dikehendaki. Dan dalam hal kedua, guru menilai sarnpai di mana para peserta didik berperilaku sesuai dengan cara-cara yang dikeheridaki. Untuk keperluan penilaian yang dimaksud, data dapat dikumpulkan dan tiga sumber, yaitu guru, peserta didik, dan pengamat luar.

Jika kedua fokus dan ketiga sumber penilaian itu dipasangkan akan dapat diidentifikasikan strategi penilaian efektivitas perilaku manajerial guru. seperti tampak dalam daftar berikut ini.

Sumber Data

Perilaku Guru

Perilaku Peserta Didik

Guru

Peserta

Pengamat

Guru bertanya dan menilai peiilaku sendiri.

Peserta didik bertanya dan menilai perilaku guru

Pengamat bertanya dan

menilal perilaku guru

Guru bertanya dan menilai perilaku peserta didik

Peserta didik bertanya dan

menilai perilaku sendiri

Pengamat bertanya dan menilai perilaku peserta didik

Tabel tadi menunjukkan ada sembilan strategi penilaian efektivitas perilaku manajerial. Untuk keperluan pelaksanaan peni1aian dengan menggunakan sirategi di atas perlu dikembangkan Iembar pengamatan tentang perilaku guru dan perilaku peserta didik. Berikut ini disajikan contoh lembar pengamatan, dan untuk selanjutnya dapat dikembangkan sendiri.

Lembar Pengamatan Perilaku Guru

.......................................... 1 Guru mendorong peserta didik berkomunikasi secara terbuka

......................................... 2 Guru berbicara tentang situasi daripada berbicara tentang kepribadian peserta didik pada saat menangani masalah

......................................... 3 Guru mengekspresikan perasaan dan sikap yang sebenarnya kepada peserta didik

......................................... 4 Guru menyatakan harapannya secara jelas dan eksplisit kepada peserta didik

......................................... 5 dan seterusnya

Lembar Pengamatan Pei-ilaku Pescita Didik

......................................... 1 Peserta didik mempelajari mata peiajaran

......................................... 2 Peserta didik bekerja sama dengan balk dalarn kelompok

......................................... 3 Peserta didik merasa bebas mengekspresikan pikiran dan perasaan

......................................... 4 Peserta didik memandang gurunya secara objaktif

......................................... 5 dan seterusnya

4. Penataan Lingkungan Fisik Kelas

Manajemen kelas yang baik terarah kepada upaya pencegahan nunculnya perilaku bermasalah, dan penataan 1ingkingan fisik merupakan unsur penting dalam manajemen kelas. Penataan kelas akan mempengaruhi kcterlibatan dan partisipasi peserta didik, dan penataan secara fisik harus sejalan dengan tujuan pembelajaran. Wahana Iingkungan fisik akan nempengaruhi perilaku peserta didik baik secara 1axtgung maupun melalui perilaku guru, atau melalui tugas-tugas terstruktur diberikan guru kepada peserta didik.

Sebagai contoh, ketika peserta didik dinunta untuk curah gagasan, unjuk kerja mereka lebih baik dalam posisi duduk berlingkar daripada dalam posisi berbanjar. ini menunjukkan bahwa dalam posisi melingkar para peserta didik Iebih mudah berinteraksi dan guru lebih mudah memantau interaksi rnereka.

Dilihat dan sisi ukuran kelas, secara umum, keas kecil lebih mudah dike1o1a daripada kelas besar. Ada beberapa keuntungan bekerja dengan kelas kecil, yang berjumlah antara dua puluh sampai dua puluh lirna orang, yaitu peserta didik (1) lebih banyak dilibatkan di dalam proses kerja. (2) tidak terlalu lama menunggu bantuan guru jika mereka menghadapi masalah, 3) tidak banyak mengalami kevakuman karena tidak ada tugas atau latihan. Tidak ada pergantian kegiatan pembelajaran walaupun guru menghadapi kelas kecil. Yang ada hanyalah bahwa dia menghadapi peserta didik dalam jumlah yang lebib sedikit.

Ukuran kelas di Indonesia sangat beragam. Di kota-kota besar, ukuran biasa relatif besar, antara 30-40 orang, namun di kota-kota kecil dan pedesaan cenderung bcrukuran kecil. Seorang guru tentu tidak dapat langsung mendistribusikan perhatian kepada kelas secara menyeiuruh. Oleh karena itu, salah satu alternatif atau cara yang dapat diakukan, terutarna dalam kelas besar, membagi peserta didik ke dalam kelompok-kelompok

Pengelompokan peserta didik ke dalam kelompok kecil harus dilakukan dengan hati-hati. .Apakah keompok akan dibuat secara homogen atau heterogen. Kelompok homogen adalah kelompok yang terdiri atas peserta didik dengan kemarnpuan dan kebutuhan yang relatif sama. Sedangkan kelompok heterogen adalah kelompok yang terdiri atas peserta didik dengan kemampuan dan kebutuhan yang beragam. Kelompok homogen akan lebih mudah dikelola tetapi sulit memunculkan peran pengambil inisiatif di dalam kelompok. Kelompok heterogen memerlukan keragaman perlakuan tetapi mungkin dapat dimunculkan peran-peran pengambil inisiatif yang dapat meningkatkan dinamika dan produktivitas kelompok.

Pengelompokan peserta didik seperti itu akan bergantung kepada tujuan pembelajaran. Jika pembelajaran itu lebih terarah kepada upaya memberikan pcrlakuan khusus seperti remedial dan pengayaan, kelompok homogen mungkin akan lebih efektif. Akan tetapi jika pembelajaran itu dimaksudkan untuk mempelajari topik-topik tertentu, apalagi sekaligus ingin menyentuh perkemhangan, non -kognitif kelonipok heterogen mungkin aken lebih efektif.

Ada beberapa keuntungan baik bagi peserta didik maupun guru dengan bekerja daam keompok kecil, yaitu: (1) pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus peserta didik dalam kelompok, (2) guru dapat memantau pekerjaan peserta didik secara langsurig dan memberikan balikan sesegera rnungkin, (3) peserta didik yang lamban dan pemalu akan lebih berani bertanya dalam kelempok kecil, (4) peserta didik akan lebih mampu bertahan menghadapi tugas dan berperilaku ajek karena mereka selalu tersentuh olch kendali guru, dan (5) peserta didik merasa lehih bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugarnya di dalam kelompok kecil.

Dapat dikatakan bahwa pengelompokan peserta didik seperti ini tidak mengubah tugas guru, dan mengakhkan tanggung jawab kepada peserta didik. Tugas esensial guru tetap dilakukan, bahkan guru harus menjadi lebih toleran terhaclap keragarnan individual peserta didik serta menyiapkan sumber dan media pembelajaran yang dapat rnembantu efektivitas kegiatan kelompok.

Kamis, 28 Oktober 2010

KETEKUNAN MENUJU PRESTASI

KETEKUNAN MENUJU PRESTASI
Oleh : Kastowojatilawang
KELAHIRAN YANG DINANTIKAN
Pagi itu udara sangatlah cerah. Udara bertiup sepoi-sepoi basah. Burung-burung berkicau dengan riangnya. Petani bersenandung dengan syahdunya. Dengan diiringi suara alunan seruling nan merdu membuat telinga alam sekitar pada tersenyum. “ Kang, ini nasi brabuk Kang, sambal teri, sayur lompong monggo dimakan, Kang “ kata Sulastri dengan senyuman yang khas. “ Ya, dhik, terima kasih nasi brabuknya, enak tenan....!!!!!” jawab Suparno dengan hati yang bahagia.
Memang matahari baru saja naik seperempat putarannya, tapi perut Suparno agak keroncongan. Perutnya yang keroncongan memang disengaja supaya nanti bila kirim sarapan oleh istri tercintanya bisa dengan lahap dan sangat enak. Dan ternyata yang dimakan sungguh sesuai dengan selera hari ini. “Dhik, sungguh bahagianya bila kita hari ini sudah diberi momongan oleh Gusti Alloh, aduh sungguh bahagiannya.” kata Suparno pada istri tercintanya. Sulastri menjawab,” Betul Kang, mudah-mudahan kita cepat diberi momongan oleh Alloh.” Siang itu adalah hari penuh pengharapan. Sulastri yang selama tiga tahun belum juga diberi momongan dari yang Maha Kuasa mencoba untuk bersabar. “ Dhik tanaman padi kita sungguh subur sekali, mudah-mudahan sampai panen tidak ada hama yang menyerang,” kata Suparno. ‘ Mudah-mudahan , Kang supaya hidup kita tidak kekurangan makan lagi.
Makin lama matahari mengeluarkan panas yang bertambah sehingga keringat Suparno megucur membasahi tubuhnya, tetapi terasa enak di badan karena ada sumilir angin yang bertiup dan yang tak kalah senagnya ditunggui sang
istri tercinta. Sulastri menyiangi tanaman padi yang hampir penuh dengan rumput
-rumput pengganggu. Dengan senangnya mereka bekerja dan diselingi tawa
canda.
Sungguh seperti tanpa beban siang hari itu.
Dari kejauhan datang seorang wanita tua menghampirinya. Wanita tua itu duduk di pematang sehingga menambah senangnya Sulastri dan Suparno. “ Simbah ke sini ada apa Mbah ? “ tanya Sulastri. “ Oh..., saya kemari hanya ingin memberitahukan kepada kalian berdua, supaya selalu hidup rukun dan yang tak kalah penting mendoakan supaya cepat punya anak.” Jawab simbah. Wanita tua tersebut adalah dukun bayi yang sering membantu persalinan di lingkungan sekitarnya. Hari itu kebetulan sudah selesai membantu merawat dan memandikan bayi di rumah sebelahnya. ” Terima kasih mbah atas nasehat dan doanya mudah-muahan Tuhan meridloi, amin” jawab Sulastri penuh semangat. “ Sulastri dan Suparno hari telah siang mari kita pulang supaya tidaknkepanasan.” Ajak Simbah. “ Ya Mbah, Simbah pulang dulu nanti kami akan menyusul, ini akan kami selesaikan dahulu.” Jawab Suparno.
Suparno dan Sulastri termasuk pekerja ulet dan tekun. Sehari-hari mereka berdua selalu ke sawah mengerjakan tanah petaniannnya untuk ditanami tanaman yang sekiranya hasilnya baik dan cocok sesuai musim. Kehidupan Suparno tergolong sederhana tetapi tidak pernah ada rasa keluhan masalah ekonomi. Untuk masalah keturunan mereka sering kali sering terganggu. Sekali waktu mereka berdua merenung. Dalam merenung supaya dalam mengarungi hidupnya selalu dalam jalan Tuhan. Mereka tidak ingin terperosok ke dalam jurang yang dilarang oleh norma agama dan norma hukum pemerintahan. Mereka sebetulnya berpendidikan lumayan yaitu lulus sampai tingkat menengah atas. Suparno walau anak desa dari kecil memang bercita-cita menuntut ilmu sampai maksimal. Ini diwujudkannya menempuh pendidikan sampai Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Ayahnya walaupun seorang petani ingin mendidik anaknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Ayahnya teringat petuah sang Kyai di desanya yaitu tuntutlah ilmu sampai negeri Cina. Maka untuk mewujudkan cita-citanya itu Suparno di sekolahkan di Madrasah Diniyah dan Sekolah Umum. Walau harus menempuh perjalanan yang jauh Suparno tetap semangat.
Begitu juga dengan Sulastri walau kala itu penduduk sekitarnya kurang memperhatikan pendidikan anaknya tetapi ayahnya Sulastri begitu semangat untuk menyekolahkannya. Sawah yang tak begitu luas dijual untuk pembiayaan sekolahnya. Begitu juga rumah yang tidak besar juga dijual untuk biaya sekolah Sulastri. Sikap yang penuh perhatian dari ayah dan ibunya membuat Sulastri harus mengimbanginya dengan cara belajar yang tekun. Sulastri tergolong murid yang pandai di kelasnya bahkan di sekolahnya. Ia selalu mendapat ranking atau juara satu. Tetapi semua itu tidak membuatnya lupa diri tetapi terus giat belajar dan tetap bersahaja.
Penampilan Sulastri menjadi idola masyarakat sekitarnya. Wajahnya yang cantik sebagai kembang desa dan pendidikan yang lumayan bagus waktu itu disertai dengan tingkah laku yang sopan dan supel membuat orang lain menaruh hormat walaupun Sulastri masih muda. Dalam kegiatan masyarakat dia tidak pernah absen. Mulai dari kegiatan agama seperti membaca sejarah nabi atau membaca kitab Al Barjanji sampai menjadi pembawa acara sewaktu ada
pengajian. Dari kegiatan karang taruna sampai kegiatan pemberantasan buta huruf. Itu semua diikuti dengan penuh semangat dan iklas. Maka tidak mengherankan kalau Sulastri menjadi idola dan buah bibir setiap orang. Walau begitu juga ada orang yang tidak senang dengan sikap dan semangat Sulastri. Orang tersebut boleh dikata mempunyai penyakit hati yaitu iri dan dengki. Dalam hal ini Sulastri sadar bahwa kebaikan penuh dengan tantangan. Semakin baik seseorang maka tantangan yang harus dihadapi semakin besar. Maka Sulastri bersikap baik saja seperti tidak ada beban dan masalah.
Suparno yang lahir di desa Srikaton adalah desa tetangga desa Sulastri. Jaraknya tidak terlalu jauh yaitu sekitar 500 meter. Dengan Sulastri yang sangat dikagumi orang sedesanya maka Suparno ingin juga mengenal lebih jauh tentang kepribadian Sulastri. Dan ternyata dari sikap penasarannya Suparno jadi mempersunting Sulastri. Gayung bersambut ternyata Sulastri merasa cocok dengan jiwa dan tingkah laku Suparno yaitu pekerja ulet, sopan dan yang tidak kalah yaitu agamanya kuat sekali. Inilah yang menjadi landasan Sulastri menerima pinangan Suparno.
Upacara pernikahan berlangsung sederhana tetapi semarah sekali. Teman-teman Suparno dan Sulastri yang diberi undangan pada datang semua. Sunguh senang hati mereka berdua. Menjadi raja sehari diiringi lagu penganten baru dari kaset lantunan suara penyanyi gruop kasidah modern Nasida Ria dari Semarang menambah suasana semakin meriah. Ucapan selamat menempuh hidup bariu dan doa arei tamu yang datang menambah rasa dekat hati mereka berdua kepada Sang Khalik. Sungguh anugerah yang tak ternilai harganya.
Hari semakin siang maka tamu-tamu yang datang pada meninggalkan arena perkawinan. Tepat pukul 12.00 siang seluruh acara telah selesai. Tetangga dekat semua pada ikut membersihkan arena pehelatan supaya seperti sedia kala kembali. Tua muda , laki-laki perempuan bersatu padu membantu keluarga Pak Sarpani ayah Sulastri. Ada yang menata kursi dan meja ditumpuk kembali, menyapu lantai ada pula yang menata kembali dinding depan yang kemarin dibuka untuk perhelatan perkawinan supaya tempatnya luas. Meeka bekerja bahu membahu tanpa rasa lelah dan kesah.
Sudah tiga tahun Sulastri bersama Suparno mengarungi bahtera rumah tangga. Banyak sekali rintangan yang datang terutama cemoohan dari masyarakat sekitar bahwa Sulastri mandul. Sering kali kata-kata yang kurang enak membuat hatinya sedih tetapi semua itu bisa diatasi dengan cara berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Dia berkeyakinan suatu saat bila Tuhan sudah berkehendak maka sesuatu bakal terjadi yaitu anak manis yang didam-idamkan. “ Kang, bagaimana kalau ikita minta saran Pak Kyai di desa Wonocoyo Kang ?” Pinta Sulastri mencoba menarik hati Suparno suaminya. “ Ya, Dhik mari kita coba paling tidak bisa menambah kekuatan hati kita dalam mengarungu bahtera ini dan syukur kita nanti diberi solusi tentang anak yang kita idam-idamkan bersama.” Jawab Suparno mencoba dengan hati yang tabah.
Tepat pukul 7 malam Suparno dan Sulastri tiba di rumah Kyai Baderi. Dalam perjalanan menuju desa Wonocoyo memang tidak sulit. Tetapi jalan yang berbatu tidak rata selalu membuat lambat perjalannya. Ditambah juga pada sore harinya ada gerimis yang turun sehingga jalannya licin. “ Assalamu’alikum warohmatullhi wabarakatuh” Kata Suparno dan sulastri di rumah Kyai Baderi. “ Wa’alikum salam warahmatullahi wabarakatuh,” jawab Siti Aisyah putri Kiyai Bajuri. “ Silahkan duduk, Bapak Kyai sedang sholat isyak di Masjid tunggu sebentar ya...!!!” pinta Siti Aisyah dengan sopannya. “ Ya, saya tunggu dhik.” Jawab Sulastri membalasnya.
Tepat pukul 7 lebih 30 menit Kyai Baderi pulang dari masjid. “ Assalmu’alaikum Kyai.....” kata Suparno dan Sulastri. “ Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh” jawab Kyai Besari. “ Begini Kyai, saya ke sini yang pertama silaturahmi dan yang ke dua mohon saran dan doa restunya supaya kami cepat mendapat karunia anak yang selalu kami nantikan Kyai.” Kata Suparno. Jawab Kyai Besari, “ Ya, kalau kita masih dicoba Tuhan seperti ini harus selalu berusaha dan berdoa disetai tawakal kepada Allah Subahnallahu Wa Ta’ala. Berusaha misalkan kita harus tanya pada ahlinya yaitu dokter spesialis kandungan dan bedoa kita harus terus menerus dan istiqomah. Inilah yang menjadi catatan Allah kepada kita. Berdoa harus merasa butuh, merasa kita ini dholim, kita merasa banyak dosa dan yang terpenting lagi kita harus yakin sampai haqulyakin bahwa Allah akan meridloi doa atau permintaan kita. Sudah periksa ke dokte spesialis belum?” “ Belum Kyai”. Jawab Sulastri. “ kalu belum ya harus segera dicoba , bagaimana analisa dokter nanti dan saran saya supaya menurut saja yang disarankan dokter.
Saran Kyai Baeri sungguh sangat menyejukkan hatinya. Sekarang Suparno dan Sulastri seperti mempunyai semangat tambahan yang sangat luar biasa. Maka pada hari berikutnya Sulastri diantar Suparno dengan sepeda motor yang sudah
Tua tetapi masih bagus melajunya mereka datang ke tempat praktek dokter Sujoko. Dokter Sujoko adalh dokter ahli di bidang kandungan. “ Mas Suparno dan Mbak Sulastri besok pagi datang ke rumah sakit untuk melakukan tes apakah Mas dan Mbah subur atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut harus melalui serangkain tes di laboratorium. Bagaimana sanggup ?” Tanya Dokter Sujoko. “ Akan kami coba dokter.” Jawab Suparno.
Hari Selasa dipilih Suparno dan Sulastri untuk cek tentang kesuburannya. Dengan naik sepeda motornya mereka melaju dengan santainya. Diawali dari rumahnya dengan memohon kepada Allah supaya dalam perjalanan diberi keselamatan. Tetapi kehedak Tuhan memang lain. Dalam perjalannya hal kecil menimpa ban Suparno. “ Kang Suparno kelihatannya ban kita bocor” kata Sulastri. “ Apa, bocor , kan baru kemarin ban kita ganti masak bocor?” jawab Suparno. “ ya betul kang kelihatannya goyang-goyang. Wah betul bocor. Maka Suparno dan Sulastri berjalan sambil menuntun sepeda motornya. “ Kang mungkin ini adalah ujian dari yang Maha Kuasa untuk selalu tabah menghadapi cobaan,” kata Sulastri. “ Ya dhik inilah hal yang harus kita lalui supaya kita tidak mudah putus asa dalam segal hal. Setelah menempuh perjalanan yang sangat melelahkan maka mereka menemukan tukang tambal ban. “ Assalmu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh,” salam Suparno pada bengkel tambal ban. “Wa’alaikum salam, ada mas ban bocor ya, sepertinya menuntunya terlalu jauh,” tanya Kang Paijan dengan penuh canda. “ Ya betul Pak kami menuntun sepeda agak jauh dari sini sampai kerngatku menguncur begina Pak,” jawab Suparno. Maka kang paijan menambal ban dengan mencongkel ban luarnya. Ternyata setelah dicongkel terdapat beberapa bagian ban yang bocor. “ Wah ini harus diganti Mas karena kalu ditambal lagi dikawatirkan nanti rawan bocor. Maka kang Paijan mengganti ban tersebut. Tidak terlalu lama Kang Paijan mengganti ban. Suparno dan Sulastri mengucapkan terima kasih atas pertolongan Kang Paijan sang tukang tambal ban. “ Bismillahirrahmanirrohim” doa dibaca oleh Suparno supaya dalam perjalanannya sampai tujuan denan dalam keadaan selamat.
Tepat pukul 09.00 mereka sampai di rumah sakit. Maka langsung saja diterima dokter Sujoko dan dipersilahkan untuk memeriksakan keadaan kesuburan Suparno dan Sulastri. Setelah mereka diperiksa Suparno dan Sulastri dipersilah menungu hasilnya. Mereka dengan sikap agak was-was menungu hasil dari pada pemeriksaan.
Sebentar lagi waktu solat dhuhur akan tiba. Mereka melangkahkan kakinya menuju masjid di lingkunan Rumah Sakit. Dengan munajat bersungguh-sungguh minta kepada Allah sampai air matanya keluar dan tak tersa sampi membasahi pipinya. “ Ya Allah mudahkanlah segala urusanku Ya Allah. Berilah kami keturunan untuk melestarikan keturunan, “ permohonan Suparno pada Yang Maha Kuasa. Denan mujahadah yang bersunguh-sunguh sampai meneteskan air mata maka sungguh besar dorongan hati mereka untuk sebuah penharapan. Mereka hanya percaya bahwa hamba yang mau berdoa kepada Sang Khaliq maka Allah memberiNya.
Suara adzan berkumandang. Berdatangan para mpencarikebutuhan batiniah dan pencerahahan jiwa untuk memenuhi pangila Allah Sang Pencipta. Mereka sibuk berwudlu untuk menunaikan sholat dhuhur berjamaah. Di Rumah sakit memang rata-rata pasien dan sang penunggunya adalah oran – oran yang usah. Dengan kesusahan dan cobaan itu mereka memintanya sangat bersungguh-sungguh. Ada yang berdoa minta supaya saudaranya cepat lekas sembuh dari sakitnya. Ada yang berdoa minta supaya istrinya melahirkan dengan selamat. Ada lagi yang minta supaya diberi anak. Ada lagi yang sudah putus asa. Tetapi dengan mendengar suara adzan dan mengambil air wudlu hati dan raga terasa segar.
Sholat dhuhur telah selesai dilaksanakan. Suparno dan Sulastri lalu bermujahaah bersama menangis kepada Allah supaya yang dinginkan dikabulkan-Nya. Dalam mujahadahnya tak terasa sudah satu jam rasanya dan diakhiri dengan doa. Dengan keyakinan yang tinggi sampai haqul yakin maka mudah-mudahan doa mereka dikabulkan oleh Allah. Maka dengan langkah yang pasti mereka menuju hasil pemeriksaan. “ Mas Suparno damn Mbak Sulastri tenyata hasil penelitian di laborat kami menunjukkan bahwa hasilnya bagus untuk Mas dan Mbak mempunyai anak,” kata dokter Sujoko. Maka Suparno dan Sulastri langsun melakukan sujud syukur atas berita menggembirakan ini. “ Terima kasih dokter atas bantuannya, “ kata Suparno dengan haru. Jawab dokter Sujoko,” Ya, sama-sama mudah-mudahan kalian cepat mendapat momongan dari yang Maha Kuasa.”
“ Amin Ya Robal Alamin, “jawab meeka berdua.
Dalam pejalan pulang perut mereka terasa keronconan maka Suparno mengajak istri tercintanya untuk membeli makanan di warung makan pinggir jalan. Dengan lahapnya mereka makan dan sungguh bersemangat. Orang kanan kirinya pada heran. “ Mas dan Mbak kelihatannya semangat sekali ada apa ya ? “ tanya orang yang berkumis. “ Ya saya hari ini sungguh bahagia mudah-mudahan
bapak-bapak sekalian juga bahagia selalu. “ jawab Suparno. Setelah selesai makan mereka membayarnya. Mereka berpamitan kepada pemilik warung dan pembeli semua. Motor dihidupkan dan menggelinding menyusuri jalanan yang bergelombang. Jalannya tidak mulus karena selama dua bulan terendam banjir. Walau di bagian lain sudah ada pengurukan dengan batu kecil dicampur dengan tanah tetapi menambah masalah baru yaitu debu-debu beterbangan sehingga menambah sesaknya napas.
Suparno dan Sulastri setelah tiga bulan dari pemeriksaan engan pola hidup sehat maka doa mereka terkabul oleh Allah. Istri tercintanya dinyatakan hamil oleh bidan desa. “ Dengan logika tes kehamilan dari urine Mbak Sulastri maka Mbak sekarang hamil.” kata Bu bidan Markamah. Sampai di rumah diceritakannya hasil tes kehamilannya kepada suaminya. Suparno sangat bahagia karena selama ini doanya kepada Allah dikabulkan. “ Alhamdulillah, “ kata Suparno dengan rasa syukur.
Tak terasa usia kandungan mereka sudah sampai tujuh bulan. Oleh orang tuanya diadakan acara adat Jawa yaitu tujuh bulanan. Pada acara ini diadakan selamatan untuk yang mengandung dan calon bayi yang ada dikandungan beserta keselamatan seluruh anggota keluarganya. Dalam selamatan ini juga diharapkan anak yang kan lahir nanti menjadi anak yang sholeh atau sholehah. Persiapan acara tujuh bulan sangat meriah sekali. Mbah Sastro yang sedikit bisa melukis diminta untuk menggambarkan wayang Janaka dan Dewi Sembadra pada kelapa muda sebagai sarana adat acara tersebut. Malam hari Suparno dan Sulastri dimandikan denan air kembang secara bergantian. Di mulai ayah dan ibundanya lalu dilanjutkan para saudara tua untuk memandikannya. Setiap mau menyiram didahului dengan berdoa lebih dahulu. Adat ini sungguh jarang terjadi karena banyak membutuhkan biaya. Biasanya untuk mensiasatinya dengan selamatan
kecil Tetapi bagi keluarga Suparno sebagai tanda syukur diadakan engan agak meriah.
“ Pak dokter bagaimana keadaan janin dalam kandungan saya?” tanya Sulastri penuh penasaran. “ Baik-baik saja dan sehat, usahakan Mbak Sulastri sering jalan – jalan di pagi hari dan banyak makan makanan yang bergizi dan yang tidak boleh ditinggalkan adalah selalu berdoa kepada Allah Yang Maha Pencipta.” jawab dokter Sujoko penuh semangat. Beliau adalah seorang dokter tetapi juga menguasai betul bidang agama. Setiap pasien yang datang selalu diberi nasehat yang di dalamnya selalu terkandung mutiara-mutiara hikmah sehingga sang pasien akan merasa terobati dan tersemangati.
Malam semakin larut hanya bunyi hewan malam yang terdengar. Sementara dari kejauhan terdengar nyanyian kidung yang dilantunkan melalui pengeras suara dari desa tetangga yang sedang mengadakan acara hajatan sepasar
pada bayi yang baru lahir. “ Kang Suparno mungkin aku akan melahirkan Kang, tolong panggilkan Bu Bidan.” Pinta Sulastri pada suaminya. Suparno pertama kali langsung minta tolong pada tetangga terdekat untuk menunggui istrinya. Kemudian ke rumah Bu Bidan. Tak berapa lama Bu Bidam sampai di rumah Suparno. Dengan kehendak Yang Maha Kuasa bayi laki-laki mungil nan lucu menghirup dunia nyata. “ Mbak Sulastri bayimu laki-laki gagah, tampan dan kelihatannya cerdas sekali,” kata Bu Bidan.
Pada acara selapanan bayinya Suparno mengundang kerabat sanak saudara untuk datang memberi doa restu pada bayinya. Acara penuh hikmat danmeriah. Pembacaan kitab Al Barjanji mengumandang sejak sore hari. Mereka bersholawat sambil membaca sejarah kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Dalam kesepatan itu bayinya digendong dan diajak masuk dalam arena pembacaan Al Barjanji. Muhammad Amin adalah nama bayi yang baru lahir.
PERJUANGAN MERAIH HARAPAN
Muhammad Amin sudah berumur 3 tahun tetapi tidak seperti anak-anak kebanyakan. Ia diberi kelebihan oleh Tuhan berupa kecerdasan. Dalam umur yang masih balita itu sudah bisa menghafal huruf latin. Ini adalah hal sangat menggembirakan bagi Ditambah lagi ia sudah bisa menghafal huruf hijaiyah atau huruf arab. Sewaktu ibunya sedang memberi pelajaran mengaji maka amin denan seksama mendengarkan dan ditanam dalam inatannya. Sewaktu pagi Muhammad Amin langsung membaca alif, ba , ta , tsa dan seterusnya sampai akhir.
Dalam keadaan yang yang begitu menyenangkan menambah rasa syukur Suparno dan Sulastri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Suparno berkata pada istrinya,” Inilah hikmah yang diberikan Tuhan kepada kita.”
Tidak terasa Mohammad Amin telah memasuki bangku Taman Kanak-kanak. Dalam kesempatan itu ibu guru Ati panggilan akrab dari Ibu Sumiati yang begitu sabar dan akrabnya membimbing kanak-kanak. Dalam ruang yang tidak terlaluluas suasanan dibangun Ibu Sumiati dengan suasana layaknya keluarga sendiri. Ibu guru yang mengajar sendirian harus berjuang ekstra sibuk untuk mengurusi anak sejumlah 20 anak. Warga Desa termasuk sudah ada kesadaran yang begitu mencengangkan.
“ Anak-anak coba kalian tunjukkan arah barat ! “ pinta Ibu Sumiati pada muridnya. “ Saya Bu bisa , ke sana.” jawab Endang si kecil yang suka rewel. “ Ha,ha, ha....salaaaah!” kata tematemannya serentak. “ Saya Bu Ati, ke sana .” kata Eko yang sering usil. Tak kalah Mohammad Amin dengan suara bocahnya menjawab,” Ke sana Bu.” Semua temannya bersorak membenarkannya. Bu guru Ati mengangguk – angguk tanda setuju. Bu Ati sungguh sangat bahagia karena sebagian besar muridnya bisa sesuai target pencapain pembelajaran. Seorang guru haruslah membuat tujuan pembelajaran yang dikemas dengan suasana yang
menyenangkan. Bu Ati terkenal guru yang sangat sabar sekali sehingga banyak orang tua yang senang pada cara Bu Ati mengajar.
Sampai di rumah orang Bu Ati istirahat sebentar lalu melamun jauh tentang anak didiknya di Taman Kanak-kanak. Bu Ati sungguh sangat sayang pada mereka sehingga walaupun sudah di rumah masih saja terpikir dibenaknya. Bu Ati memang belum juga dikaruniai anak. Nasib serupa pernah dialami oleh orang tua Muhammad Amin. Lamunannya seketika hilang tak kala suami tercintanya datang dari kota membeli pakaian untuk dijual lagi di pasar besok pagi.
“Assalamualikum......” salam Pak Hendro suami Bu Ati. “ Wa alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.” Jawab Bu Ati agak terperanjat. Seketika itu juga lansung ingat surat yang disimpan di tasnya. Dibuka tasnya surat diambil dibacanya dengan seksama. Bu Ati berpikir kencang tentang informasi lomba yang baru dibacanya. Bu Ati minta pada suaminya untuk memecahkan persoalan yang dialaminya. “ Begini saja untuk menjawab pertanyaamu mari kita besama-sama mujahadah minta pentunjuk kepada Allah supaya pilihan kita nanti bisa tepat dan betul sesuai dengan kehendak Allah Ta’ala.” Cara seperti sering dilakukan oleh oleh keluarga mereka.
“Anak-anak besok hari Rabo minggu depan kalian ada yang saya kirim untuk lomba menghafal surat-surat pendek dari Alquran, bagi kalian yang nanti setelah dipilih Ibu berasarkan tes yang saya adakan mendapat peringkat tertingi maka akan saya kirim untuk mewakili TK kita ke tingkat Kecamatan.” kata Bu Ati dengan semangatnya. Seleksi dilaksanakan dengan baik. Dua puluh anak telah melaksanakan kegiatan tersebut. Memang sungguh melelahkan jiwa dan raga, tetapi semua itu bisa pupus karena adanya semangat menyala-nyala ingin menghantarkan masa depan anak didik dan TKnya. Tepat pukul 10.00 WIB maka
hasil penilaian diumumkan. Para orang tua murid berdegub jantungnya memikirkan siapa diantara anak-anak itu yang terpilih. Ternyata Muhammad Amin terpilih diantara teman-temannya. Langsung saja Sulastri menghampiri Bu Ati tanya tentang apa saja yang perlu dipersiapkan sekiranya bisa membantu. Bu Ati menyarankan supaya kalau di rumah Amin dilatih sesuai dengan bacaan yang benar. Sementara dari wakil putri tepilih anak yang bernama Banowati yang biasa dipanggil Wati. Bu Ely orang tua Wati juga mendekati Bu Ati tentang anaknya yang akan diikutsertakan dalam lomba tersebut.
Pada hari Rabo semua sudah siap di halaman masjid tempat yang sudah tertata rapi dengan desain gaya kanak-kanak. Gambar hewan dan badut sungguh sangat menyemarakkan acara ini. Kaligrafi Islam mewarni nuansa relegius kegiatan ini. Lagu-lagu anak-anak bernafaskan Islam dikumandangkan. Hari ini adalah lomba dalam rangka hari maulud nabi Muhammad SAW. Untuk mencintai dan meneladani sekap dan tingkah laku nabi pihak Kantor Urusan Agama begitu gigih melaksanakan kegiatan tersebut.
“ Bapak- bapak, Ibu-ibu guru, orang tua, kanak-kanaku dan hadirin semua mohon perhatiannya acara akan segera dimulai. Semuannya dimohon untuk bersiap-siap mengambil nomor undian.” kata salah satu panitia pada hadirin semua. Maka peserta mengambil nomor undian masing-masing. Nomor undian di pasang pada baju peserta. Sungguh semangat sekali mereka mengikuti acara tersebut. Nomor undi satu maju ke depan adalah peserta dari TK Tunas Bangsa desa Klampok. Semua terheran-heran mendengarkan bacaan anak tersebut. Lagu dan cengkok ucapannya nyaris sempurna. Semua hadirin yang kebanyakan adalah ibu-ibu diam seribu basa seperti kena daya setrum yang tinggi sehingga tak terasa walaupun berdesak-desakan.
Pada giliran nomor undi 7 dari TK Insan Cendekia wakilnya tak lain
adalah Banowati. Yang satu ini juga sungguh luar biasa nyaring dan merdunya. Semua mengucap Subhanallah ungkapan rasa kagum atas kepandaian Banowati yang di berikan oleh Yang Maha Kuasa. “ Bu, yang pertama itu tadi saya kira suara dan ucapan yang paling bagus ternyata yang ini Banowati sangat bagus lagi Maha Besar karunia Allah yang diberikan pada anak ini,” kata salah satu ibu yang ikut menyaksikan pada teman sampingnya.
“ Nomor undian 17 dimohon maju ke depan.” kata seorang panitia. Nomor 17 adalah Muhammad Amin. Muhammad Amin langsung maju ke depan. Dia tidak lupa mengucapkan bacaan basmallah dan salam yang dihaturkan pada penilai dan hadirin. Dengan suara yang merdu dan percaya diri Muhammad Amin membaca dan melagukan surat-surat pendek dari Alqur’an dengan benar. Pada waktu ini penonton semakin terheran-heran mendengarkan suara nan merdu dan membuat jiwa dan raga terasa terbawa melayang pada rasa yang sangat indah dan mengesankan. Kalau pada penampilan sebelumnya mereka sungguh terhibur dan terpesona oleh penampilan para peserta, untuk peserta kali ini mereka sungguh sangat terobati bahkan terbawa sampai merinding dan mengalirkan air mata. Mereka sungguh bersyukur atas karunia hari ini yang telah dilihat paa diri Muhammad Amin. Setelah selesai yang hadir memberi tepuk tangan yang sangat meriah.
Tepat pukul 10.00 WIB pengumuman hasil lomba dibacakan. Panitia membacakan perolehan juara. Pertama kali yang dibaca adalah juara III selanjutnya juara II dan yang terakhir juara I. “Peraih juara I putra pada kali ini adalah ananda Mohammad Amin dari TK Insan Cendekia, kepada yang dipanggil untuk menempatkan diri di depan untuk diberi hadiah.” kata tim yuri. Begitu juga untuk peserta putri yang meraih juara I adalah Banowati dari TK Insan
Cendekia pula. Bu Ati sungguh sangat bahagia sekali dan langsung saja melakukan sujud syukur atas karunia ini. Hadiah yang paling besar adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa atas kebehasilan ini. Orang tua anak yang mendapat juara sungguh bahagia dan bangga atas perolehan juara dari anak mereka. Bagi peserta yang tidak mendapatkan juara juga dapat bingkisan menari berupa gambar-gambar perga sholat dan cara menjaga kebersihan. Dan yang paling penting dari mereka telah ikut memperingati hari kelahiran manusia teladan yaitu Nabi Muhammada SAW.
Pada akhir acara Kepala Kantor Urusan Agama berkenan memberikan sambutan. Dalam kesempatan ini beliau mengajak semua masyarakat terutama para hadirin selalu menjaga persatuan dan menjunjung nilai-nilai moral agama. Dengan berpegang pada nilai-nila moral agama maka semua berjalan dengan baik dan berkah. Dengan keberkahan maka akan menghasilkanmanusia yang berkualitas di bidang iman dan taqwa serta bidang pengetahuan teknologi. Pada kesempatan ini diumumkan juga TK yang mendapat juara I mendapatkan hadiah berupa uang sebesar lima juta rupiah. Hal ini yang tidak terpikirkan oleh para peserta. Bahkan panitia juga tidak menganggarkan dana seperti itu. Mereka juga sangat terperanjat. Guman mereka adalah ari mana uang sebanyak itu. Ternyata oleh Bapak Kepala KUA disampaikan bahwa uang tersebut untuk memberi motivasi pada penggerak pendidikan terutama TK untuk berlomba-lomba mendidik kanak-kanak untuk lebih semangat dan berprestasi. “ Ada diantara kalian yang tidak mau disebutkan namanya memberi sumbangan pada kalian peraih juara I, dan untuk lomba ke Insya Alloh akan ditambah lagi, mari kita mendoakan pada beliau semoga amal mereka mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.” kata Kepala KUA dengan nada meyakinkan. Semua bertanya-tanya siapa gerangan orang yang begitu baik menjadi penyumbang dana.
TK IDAMAN
Menjadi juara dalam suatu lomba adalah idaman setiap peserta maupun pelatih atupun yang bersinggungan dengannya. Apalagi bila juara itu dapat diraihnya dengan penuh kesungguhan maka hal yang sangat mengembirakan adalah sebuah persaan yang begitu mendalam dan bertambahnya rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Keluarga Bapak Suparno hari itu datang menemui Bu Ati di TK Insan Cendekia. Kedatangannya membuat sekolah penuh tanda tanya yang mendalam. Bu Ati bertanya,” Ada gerangan datang pagi-pagike sini Bapak dan Ibu ?” Pak Suparno menjawab,” Begini Bu Ati, kedatangan kami kesini menghaturkan terima sekali atas bimbingan Ibu anak kami bisa menjadi juara.” Jawab Bu Ati,” Oh.... itu, ya sama-sama, ini kan sudah kewajiban saya menjadi seorang guru, Pak.” Setelah berbincang agak lama maka Pak Suparno dan Bu Sulastri mengutarakan inti kedatangannya yaitu mengajak semua siswa TK Insan Cendekia untuk menghadiri syukuran atas keberhasilan yang diraih Muhammad Amin.
Semua sudah kumpul di rumah Pak Suparno dan Bu Ati pada hari Sabtu. Hari ini dipilih ole keluarga Pak Suparno karena setiap Sabtu biasanya anak diajak jalan-jalan mengenal lingkungan sekaligus mediauntuk olah raga dan rekreasi. Tapi kali ini kanak-kanak datang ke rumah Pak Suparno engan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Di situ dihidangkan makanan kecil yang menarik hati anak untuk mencicipi makanan tersebut. “ Wah........sungguh mewah Bu, makanannya begitu banyak seperti ini.” celutuk Ibu Ita orang tua murid. Jawab Bu Sulastri,” Tidak ....apa-apa silakan makan, jangan sungkan-sungkan, biasa saja.”
Suasana begitu ceria, yang ibu-ibu bercengkerama sesama ibu-ibu sedangkan anak-anak asyik menikmati makanannya sambil berlari kesana kemari. Dalam acara tersebut hadirin semua diambil gambarnya satu persatu oleh tukang
potret. Pengambilan gambar selanjutnya besama-sama. Ada yang sedikit bergaya layaknya foto model. Anak itu sangat lincah dan suka bergaul serta bergaya. Dandanannya memang agak mengikuti mode, maklum ibunya adalah perias pengantis walaupun hanya tingkat desa. Sedangkan ibunya juga begitu minta difoto sendiri untuk kenang-kenangan.
Pada hari Senin kegiatan di Taman Kanak-kanak Insan Cendekia berjalan kemabali. Pada hariitu Ibu Ati kedatangan seorang tamu dari KUA. Kedatangan yaitu memohon Bu Ati untuk segera mencairkan dana hadiah di Bank BRI atau langsung di simpan dengan membuka rengkening TK. Bu Ati mengiyakan atas nasehat dan informasi tersebut. Bu Ati mengantarkan sampai ke halaman TK setelah utusan dari KUA itu mohon pamit.
Anugrah Tuhan memang tidak disangka-sangka. Setelah TK Insan Cendekia mendapatkan juara I baik putra maupun putri dan mendapat hadiah serta sumbangan uang sebesar lima juta rupiah sepertinya sumbangan lainnya pada menyusul. Ini semua yang menggerakan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau seseorang diberi karunia dan pandai menggunakan nikmat itu maka Tuhan akan menambah nikmat itu lagi. Tetapi bila manusia kufur nikmat maka Tuhan akan mencabut itu kembali. Ini mungkin jerih payah Bu Ati dan wali murid semua yang berusaha membuat TK kesayangannya menjadi TK yang Barokah.
Dalam kesempatan lain Bu Ati bertandang ke rumah kepala desa untuk minta pertuah tentang inisiatif Bu Ati untuk membangun TK Insan Cendekia menjadi bangunan yang layak pakai dan nyaman untuk kegiatan pembelajaran. Sebelumnya memang keadaannya baru berlantaikan tanah liat walaupun didingnya terbuat dari tembok tetapi banyak yang rusak, genting bocor, alat peraga yang kurang memadai. Bapak Kepala Desa memberi arahan jalan keluarnya. Kata Bapak Kades,” Saya akan membantu sekuat tenaga Bu.”
Kunjungan berikutnya pada hari yang berbeda adalah ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan. Dalam halini Bu Atui juga menceritakan maksud kedatangannya. Saran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan bahwa akan diusulkan berupa bantuan untuk TK sebesar lima juta rupiah. “ Bu Ati kamimohon ikut berdoa semoga langkah saya ini dikabulkan oleh Tuhan.” kata Pak Kepala Cabang Dinas Pendidikan.”Memang kami sudah dengar bahwa anak didik Ibu banyak menjuarai dari pada kegiatan lomba, kami sangat berterima kasih sekali dan mohon kiranya ditingkatkan lagi, lain waktu saya ingin bertemu dengan kanak-kanak TK untuk kami beri motivasi.” Jawab Bu Ati,” Terima kasih Pak atas perhatiannya.”
Perjuangan yang gigih membuat harapannya semakin menjadi kenyataan. Pada hari Selasa tepat diadakan pembongkaran gedung TK yang sudah kuno dan tak layak pakai. Masyarakat dan wali murid bergotong royong ikut membongkar gedung tesebut. Suasana haru menyelimuti jiwa Bu Ati. Tidak mengira kalau akan begini. Masyarakat sungguh luar biasa jiwa kebersamaannya. Bu Ati ingat pepatah bersatu kita tegud bercerai kita runtuh. Pada hari ini Tuhan menunjukkan kekuaasaan-Nya tentang Kehendak-Nya. Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan hadir. Begitu juga Bapak Kepala Desa ikut hadir. Suasana bertambah meriah bila para warga masyarakat yang ikut kerja bhakti mengeluarkan humor-himor segar.
Tepat pukul 10 pembongkaran usai. Kemudian oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan melakukan peletakan bautu pertama dilanjutkan Bapak Kepala Desa. Dalam kesempatan ini rupanya ada wali murid yan mengabadikan kegiatan tersebut dengan menggunakan kamera digitalnya yang selalu dibawanya. “ Wah ...ini kegiatan yang perlu diabadikan, sungguh langka kejadian ini.” celutuk Pak Sastro si tukang foto. Suasana ramai lagi ketika para ibu membawa nasi untuk makan siang. Perut sudah terasa lapar makanan datang memang asyik.
Walaupun gedung dibongkar dan dibangun tetapi kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Kegiatan di rumah Bapak Suparno ayah dari Muhammad Amin. Walaupun keadaan yang serba terbatas tetapi tetap baik dan lancar dalam pelaksanaannya. Kebetulan rumah bapak Suparno tidak terlalu jauh dari lokasi TK, sehingga tidak menurangi rasa betah anak-anak untuk dididik dalam permainan atau kegiatan yang lain. “ Jangan repot-repot Bu, tidak usah dibuatkan teh, nati tambah repot lho...!!!” kata Bu Ati. Jawab Bu Sulastri,” Ah, tidak ini kan cuma air saja.”
Dengan berbangga hati para pekerja dan warga saling bahu membahu dalam kerja bhakti membangun TK tercinta. Sistem yang digunakan adalah sistem gilir. Ada yang digilir tenaganya. Ada yang mendapatkan jadwal memberikan jajan untuk makanan rinan pukul 09.00. Begitu juga ada yang dijatah untuk memberikan makan siang hari dan sore hari. Masyarakat dengan suka rela apabila mendapatkan jatah untuk membuatkan makanan ringan atau untuk makan siang serta sore.
“ Lha ini ka Muhammad Amin, karena dia dan temannya TK ini mendapatkan bantuan yang cukup untuk membangun.” kata Kang Sarijan pada temannya. “ Betul, sehingga anak-anak kita ikut merasakan akibatnya, tetap[i akibat yang baik.” Kata Suparmin yang pandai menimpali bila ada temannya bicara. “ Inilah karunia Tuhan yang datang tanpa kita pikir sebelumnya. Ternyata kita semua belum seberapa bila dibandingkan dengan anak itu.”celutuk Sukarno.
Sudah 17 hari pekerjaan telah selesaia. Tinggal memasang keramik lantai dena warna warni sesuai dengan selera anak yang senang dengan warna-warni. Tiga hari lagi ada peresmian penggunaan gedung rencananya Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati berkenan hadir untuk meresmikan TK percontohan supaya lebih semangat lagi sehingg yan lainnya bisa meniru sehingga anak bangsa bisa terpacu.
PERESMIAN GEDUNG YANG MENGHARUKAN
Semua sibuk mempersiapkan makanan rinan dan makan besar pada hari ini. Hari ini tepat hari Rabo akan diadakan peresmian penggunaan gedung oleh Bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati. Masyarakat ingin tahu bagaimana wajah bupatinya. Sejak pagi yang sudah mempersiapkan makanan meeka memandikan anaknya lalu diri sendiri. Bapak-bapak yang sejak sore sudah menghias jalan dan lokasi peresmian meneruskannya pada pagi hari. Walau pukul 07.00 belum juga selesai tetapi sudah tampak semarak. Rencana peesmian akandilakukan tepat pukul 10.00WIB. Maka tidak mengherankan bila semua anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak bahkan nenek-nenek serta kakek-kakek juga ikut hadir.
Pada jalan masuk desa dipasang spanduk bertuliskan “ Selamat Datang Bapak dan Ibu Bupati dalam Peresmian TK Insan Cendekia”. Begitu juga umbul-umbul, rontek dan bendera merah putih menghiasi kanan kiri jalan. Tidak ketinggalan ada juru soting mengabadikan kegiatan ini. Semua ini tanpa terpikirkan oleh guru dan wali murid TK. Semua berjalan tanpa rencana. Rencana utama adalah peresmian TK di lokasi saja. Bu Ati bertanya-tanya. Dalam benaknya siapa yang menggerakkan. Ternyata semua yang melakukan ini merasa teerpanggil dan punya kewajiban dengan ikhlas untuk menyukseskan kegiatan yang langka ini.
Kebetulan TK Insan Cendekia wali muridnya adalah berbagai macam kalangan. Ada pemulung, petani, pedagang, pengusaha dan pegawai negeri. Dengan panggilan jiwanya dan dilandasi semangat untuk maju maka dengan persatuan semuanya akan berhasil denan baik. Tetapi semua itu tak lepas dari doa restu para sesupyh dan doa permohonan setiap pelakunya. Kata Kang Sugen,” Kalau kita mau besungguh-sunguh insya Allah akan berhasil.” Dari kegiatan tersebut terdapat suatu pelajaran betapa pentingnya persatuan dalam keberagaman.
“Yang terhormat Bapak Bupati.Yang terhormat Ibu Wakil Bupati. Yang terhormat Bapak Camat. Yang terhormat Bapak Kepala cabang Dinas Pendidikan beserta Bapak Pengawas TK / SD. Yang terhormat Bapak dan Ibu Kepala Desa . Yang terhormat Ibi Guru TK Insan Cendikia. Yang terhormat wali murid semuanya dan anak-anakku yang yang saya cintai dan saya banggakan.” Kata penghormatan pembawa acara. Acara sungguh sangat meriah. Pertama kali diawali dengan pembukaan. Selanjutnya adalah pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an yang dibacakan oleh Banowati. Pada acara gebyar seni TK maka Muhammad Amin membacakan puisi dengan judul “ Guruku ”. Dalam pembacaannya dijiwai dengan mendalam sehingga banyak yang hadir ikut tenggelam dan masuk dalam suasana dalam puisi tersebut. Puisi dikarang oleh bapaknya Muhammad Amin. Pak Suparno mengarang puisi tersebut untuk mengenang jasa Bu Ati yang telah dengan sekuat tenaga medidik dan mengajari anak-anak menjadi lebih baik.
Guruku
Engkau bagai mentari
Dengan sinarnya
Menerobos semesta tanpa diminta
Bagai embun
Membasahi hati yang baru gersang
Mengugah jiwa untuk semangat
Aku terharu akan jiwamu
Wahai guruku
Semangat juangmu akan kutiru
Kutanam dalam kalbuku
Keterjemahkan dalam hidupku
“ Inilah acara yang sangat paling ditunggu-tunggu yakni peresmian TK Insan Cendekia denga wajah baru,” kata pembawa acara,” Kepada Bapak Bupati klami mohon berkenan meresmikan TK ini.” Pengguntingan pita warna warni menandai resmianya TK Insan Cendekia. Tepuk tangan meriah mengiringi peresmian tersebut. Sang juru shoting kesana-kemari mencari posisi yang tepat. Bapk Bupati dan Ibu Wakil Buparti masuk ruangan. Dengan nada yang mantap beliau sangat kagum pada ruangan TK. Sungguh lengkap sekali untuk ukuran TK ditingkat kota kecamatan yang kecil ini.
Bapak Bupati kemudian menuju arah podium. Beliau memberi sambutan,” Dengan bangga hati kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten memberi penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bu Guru Ati dan segenap wali murid. Penghargaan kami, dengan ini kami wujudkan berupa uang sebesar lima juta rupiah. Mudah-mudahan uang sebesar ini bisa dimanfaatkan untuk kemajuan TK tercinta ini. Dan saya pribadi akan memberikan sekedar hadiah kepada ananda Muhammad Amin dan Banowati. Isinya bisa dibuka di rumah biar ada kejutan.”
Muhammad Amin dan Banowati maju ke depan dan menerima hadiah dari Bapak Bupati. Dengan prestasi mereka berdua dapat merasakan nikmat yang sangat mengesankan. Para hadirin terharu melihat kejadian ini. Hal itu tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Banyak tanda tanya yang muncul dari lubuk hati mereka.
Siang itu suasana memang tampakmeriah sekali. Bahkan dari masyarakat desa lain ikut datang untuk sekedarmelihat wajah Bapak Bupati dan rombongan. Acara usai dilanjutkan dengan jabat tangan oleBapak Bupati dengan masyarakat yang hadir. Sungguh bangga mereka karena dapat bersalaman satu persatu. Ada yang menggendong anak tetapi beliau Bapak Bupati bahkan mengendong si kecil yang sedang tertawa sendirian. Bapak Bupati berkata,” Tolong dididik dengan baik ya.... semoga nanti jadi anak yang berguna !” Ya, Pak Bupati mohon doanya...Pak ! “ jawab ibu sang bayi. Bapak Bupati memang terkenal orang yang suka bergaul dengan siapa saja tidak memandang bulu. Dengan orang tua, muda, anak-anak, kaya, miskin semua di ajak bercengkerama dengan sopan dan supel serta humoris.
PANUTAN YANG AGAMIS
Tidak terasa bahwa 20 tahun telah berlalu begitu indahnya. Mohammad Amin menjadi pemuda yang tampan nan rupawan. Banyak prestasi yang dilakukan dan diraihnya. Mulai dari juara mengaji dengan tartil, qiroah, bahkan penetahuan agama disabetnya. Juara yang diraihnya bahkan sampai tingkat nasional. Itu belum lomba tingkat lembaga pendidikan. Wah semua diraihnya nyaris tanpa masalah.
Muhammad Amin punya obsesi bahwa semua kalau bisa akan diraihnya. Maka yang perlu dilaksanakan adalah mengawali dengan mencoba dan mencoba. Konsep yang dipakai adalah mencoba untuk kesempurnaan meraih sukses. Tidak menjadi harapannya bila ia ingin tampil yang membuat orang menjadi sakit hati. Maka jalan yang ditempuh adalah kehati-hatian.
Walaupun semua telah diraihnya dalam usia yan muda tetapi tidak membuat bangga bagi dirinya. Seperti ilmu padi semakin berisi semakin menunduk. “ Aku harus bisa menjiwai kehidupan ini”, katanya dalam hati. Seringkali dia dimintai saran dari teman-temanya baik kecil, muda, dewasa ataupun tua. Seperti ada semacam daya magnet pada dirinya. Suara yang santun dan berisi membuat orang jatuh terkesima dengan sikap santunnya.
Pada suatu ada pemiliha ketua karang taruna. Sebaian besar para hadirin minta supaya Muhammad Amin berkenan untuk menjadi pemimpinnya. Dalam musyawarah pembentukan pengurus secara mufakat memilih Muhammad Amin terpilih sebagai Ketua Karang Taruna. Dan denan hal tersebut dalam sambutannya setelah terpilih menajak semua lapisan pemuda pada khususnya dan warga masyarakat pada umumnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan dlam mengarungi kehidupan. Semua hadirin diam tak bergeming sedikitpun. Dan dalam kiprah kepemimpinannya sungguh membuat kemajuan di segala bidang.
Dengan kemajuan akibat adanya karang taruna maka terciumlah kegiatan tersebut sampai di tingkat kecamatan. Lalu suatu hari Bapak Camat menghendaki datan pada desa Muhammad Amin. Ternyata Muhammad Amin diberi kelebihan Tuhan untukmmemimpin dan menggerakkan roda kehidupan yang harmonis dan berswemangat.
Semua angota masyarakat terkena imbasnya pada hal yang positif, baik segi ekonomi, kebersihan, tata krama dan lain sebagainya. Seperti desa ini patut menjadi pelopor bagi desa yang lainnya. Dan berkat itu semua Mohammad Amin diikutkan sebagai seleksi pemuda pelopor tinkat nasional. Dan dalam persentasinya yang disaksikan banyak orang di Jakarta Muhammad Amin dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Juara I. Sungguh bangga Amin sekeluarga, bahkan desanya, kecamatannya, kabupatennya, sampai propinsinya. “ Alhamdulillah Allah memberikan semua permintaanku”, Ucap Amin dengan terharu.
Yang menjadi pemacu dan pegangan Muhammad Amin sebagai Ketua Karang Taruna adalah bisa menjadi teladan yang baik, bisa mendidik diri dan lingkungannya dan batrin jiwa yang prima.
Ini adalah pelajaran yang bisa kita petik untuk semuanya.
Ditulis di tapolwates desa jatilawang 2008
email :kastowojatilawang@yahoo.com
Web : jatilawang-tulisan.blogspot.com
pakdetowo.blogspot.com

Jumat, 08 Oktober 2010

BABAD

PANGERAN BENAWA

Setelah Sultan Hadi Wijaya (Jaka Tingkir) Sultan Pajang meninggal mestinya yang berhak menggantikan kedudukannya adalah Pangeran (sunan) Benowo, yang merupakan putera mahkota. Namun kenyataan berkata lain. Menurut Sunan Kudus, Aryo Pangiri lah yang berhak karena merupakan putra tertua meskipun putra menantu dan dia juga putera raja (Sunan Prawoto raja Demak). Oleh karena Sunan Kudus tetap berpegang pada pendapatnya, mak Pangeran Benowo harus rela menempati jabatan baru sebagai Bupat Jipang Panolan. Mungkin peristiwa ini yang disebut bahwa Pangeran Benowo Sakit Penggalihipun. Kemudian Aryo Pangiri dinobatkan sebagai raja Pajang, namun tidak berselang lama. Karena dalam kepemimpinannya banyak menyengsarakan rakyat sehingga tidak disukai rakyat dan banyak desakan maka Pangeran Benowo atas pertimbangan saudaranya, Senopati Sutowijoyo, merebut kembali kerajaan pajang dari tangan Aryo Pangiri dan berhasil. Aryo Pangiri kalah dan dikembalikan ke Demak bersama seluruh keluarganya. Selanjutnya Pangeran Benowo menduduki jabatan sebagai sultan namun hanya satu tahun kemudian digantikan oleh Senopati Sutowijoyo dan pemerintahan beralih menjadi Kerajaan Mataram.

Pangeran Benowo diyakini makamnya ada di dusun Maratapa Desa Wateshaji Kec. Pucakwangi, Kab. Pati Jawa Tengah Indonesia.setiap tanggal 11 Besar ( Dulhijah ) ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Tetapi di belakang masjid besar Demak juga ada makam Pangeran Benawa. Wallohu alam bisawab.

Senin, 06 September 2010

PEMBELAJARAN BAHASA SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN SISWA

PEMBELAJARAN BAHASA SEBAGAI WAHANA PEMBERDAYAAN SISWA
Oleh. Kastowojatilawang, Kepala SDN Terteg Pucakwangi Pati

Abstrak
Pembelajaran bahasa adalah hal yang sangat penting. Pembelajaran bahasa meliputi bahasa tulis dan bahasa lisan. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat terbagi atas dua unsur utama yaitu bentuk ( arus ujaran ) dan makna ( isi ). Fungsi Bahasa : fungsi informasi, fungsi ekspresi, fungsi adaptasi dan intregrasi, fungsi kontrol sosial. Pemberdayaan seseorang baik bagi diri maupun orang lain tentang tentang bahasa tulis maupun lisan akan membawa dampak yang sangat bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungannya. Terutama pemberdayaan bagi warga didik yaitu siswa. Faktor yang mempengaruhi keberhasian belajar faktor eksternal dan faktor internal. Kiat – kiat yang bisa digunakan untuk membelajarkan cara menulis sebagai suatu proses yaitu langsung menulis teori belakangan, mulai dari manapun boleh, belajar sambil bercanda, berbicara meniru mendengarkan, menulis meniru membaca, pembelajaran menulis nonlinier
Kata kunci : bentuk, makna, pemberdayaan, faktor, non linier

Bahasa adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Bahasa adalah alat, sarana atau media dalam berbagai kegiatan. Bahasa yang dalam bahasa Inggrisnya disebut language adalah dari bahasa latin yang berarti lidah. Bahasa memang tidak bisa lepas dari lidah yang merupakan alat ucap yang paling sering digunakan dari pada alat ucap yang lain.
Bahasa secara umum adalah bentuk ungkapan yang bentuk dasarnya ujaran. Ujaran ini yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan ujaran manusia mengungkapkan hal yang nyata atau tidak, yang berujud atau kasat mata, situasi dan kondisi lampau, kini atau yang akan datang.
Bagi dunia pendidikan di mana tujuannya adalah untuk pencapaian ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk meraih itu semua diperlukan strategi yang tepat sehingga terjadi kelancaran arah dalam pencapainnya. Guru juga sering dihadapkan pada permasalahan pembelajaran bahasa, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Apalagi pada sang murid yang masih belum peka terhadap penggungkapan bahasa lisan maupun tulisan. Maka suatu kewajiban seorang guru untuk bisa memberdayakan potensi sang guru sendiri juga memberdayakan potensi anak didik untuk bersemangat
dalam meraih manfaat yang bisa diambil untuk pelajaran bahasa.
Bahasa Indonesia adalah bahasa kedua bagi komunitas masyarakat Jawa Tengah. Bahasa yang pertama dikenalkan secara mayoritas adalah bahasa ibu adalah bahasa Jawa. Bahasa Indonesia walaupun tidak diajarkan secara formal bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah bisa dikuasai karena setiap hari karena selalu bersinggungan dengan penggunaan bahasa Indonesia antara lain di televisi, radio dan surat kabar. Tetapi walaupun begitu bagi siswa yang mengeyam pendidikan di lembaga pendidikan mutlak mendapat pembelajaran bahasa Indonesia.
Pada kenyataannya bahwa penggunaan bahasa tulisan masing jarang dilakukan oleh kalangan murid. Guru harus bisa mengeksplorasi potensi siswa dengan cara membelajarkan cara mengarang yang efektif dan efesien. Guru sering kali sulit sekali dalam mengawali anak untuk mengarang. Ini disebabkan antara lain karena guru sendiri kurang menguasai materi tentang mengarang. Maka untuk itu pembelajaran bahasa lisan maupun tulis terutama mengarang adalah cara efektif untuk pemberdayaan siswa untuk meraih masa depan yang bahagia.

Bentuk dan Makna Bahasa
Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat terbagi atas dua unsur utama yaitu bentuk ( arus ujaran ) dan makna ( isi ). Bentuk merupakan bagian yang dapat diserap oleh panca indra ( mendengar dan membaca ). Bagian terbagi dua lagi yakni unsur segmental dan unsure suprasegmental. Unsur segmental secara hirarkis dari segmen terbesar ke segmen terkecil yaitu wacana, kalimat, frasa, kata, morfem dan fonem.
Sedangkan unsur segmental terdiri atas intonasi.. Unsur intonasi terdiri dari tekanan, nada, durasi dan perhentian.
Makna juga terbagi dua yaitu makna morfemis ( makna imbuhan ), makna leksikal ( makna kata ) dan makna sintaksis ( makana frasa, kausa,kalimat ) serta makna wacana yang disebut tema.

Fungsi Bahasa
Sebelum mengenal lebih jauh tentang pembelajaran bahasa maka perlu hendaknya tahu tentang fungsi bahasa. Bahasa sebagai alat komunikasi mempunyai fungsi sebagai berikut ( Puji Santosa, 2005 : 1.5 ) :
1. Fungsi informasi , yaitu untuk menyampaikan informasi timbal balik antar anggota atau keluarga atau anggota masyarakat. Contohnya antara lain : berita, pengumuman, petunjuk lisan dan tulisan baik lewat media masa maupun elektronik.
2. Fungsi ekspresi, yaitu menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan perasaan pembicara. Ini dapat dijadikan seseorang untuk menyatakan ekssistensi ( keberadaan) diri, membebaskan dari tekanan emosi dan untuk menarik perhatian orang.
3. Fungsi adaptasi dan intregrasi, yaitu menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat. Melalui bahasa seorang anggota masyarakat sedikit demi sedikit belajar adaptasi istiadat, kebudayaan, pola hidup, perilaku dan etika masyarakat.
4. Fungsi kontrol sosial, bahasa mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Seseorang akan dihargai bila menggunakan bahasa yang baik dan santun. Begitu sebaliknya akan mendapat tanggapan negatif bila berbicara dengan bahasa yang tidak atau kurang baik dan santun.
Setelah mengetahui uraian fungsi bahasa, kita akan tahu manfaat besar dari penggunaan bahasa baik secara lesan maupun tulisan. Orang lain bisa terpedaya oleh karena penggunaan bahasa yang indah dan memikat. Dan yang tak kalah pentingnya dengan bahasa dan disertai sikap yang baik maka kita akan bisa membawa kebahagiaan yang tiada tara dari bahasa. Ini bisa dimaklumi karena bahasa bisa dijadikan lahan untuk hidup dan kehidupan. Seseorang yang pandai menulis maka disitu banyak tambang rejeki yang bisa diambil. Misalkan menjadi jurnalis, pengarang, motivator dan lain-lain.
Pemberdayaan seseorang baik bagi diri maupun orang lain tentang tentang bahasa tulis maupun lisan akan membawa dampak yang sangat bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungannya. Terutama pemberdayaan bagi warga didik yaitu siswa yang mana secara jangka panjang akan meraih masa depannya. Masa depannya diisi oleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik dan berdaya guna.

Belajar Bahasa
Belajar merupakan perubahan perilaku manusia atau perubahan kapabilitas yang relatif sebagai pengalaman. Belajar melalui proses terus menerus dijalani dari berbagai pengalaman. Pengalaman membuahkan hasil yang disebut belajar ( Robert M.Cagne, 1984 ). Dalam belajar terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilannya yaitu kondisi eksternal dan internal
1. Faktor yang mempengaruhi keberhasian belajar :
a. Faktor eksternal adalah faktor dari luar murid seperti lingkungan, guru, teman, keluarga, orang tua, masyarakat, yang semua itu memberi pengaruh untuk memberikan situasi atau materi yang sesuai dengan respon yang diharapkan, pengulangan agar belajar lebih sempurna untuk lebih lama diingat, penguatan respon yang tepat untuk mempertahankan dan menguatkan respon itu. Bagi seorang guru hal pada faktor ini sangat besar peranannya. Guru bisa menstranfer sejumlah pengetahuan tentang belajar bahasa. Guru harus pandai memberi motivasi sehingga siswa merasa tertarik untuk melakukan kegiatan positif sesuai arahan guru. Penggunaan bebagai macam media akan memperbanyak khasanah kata yang akan bisa digunakan dalam kegiatan perbahasaan.
b. Faktor internal adalah faktor dari dalam diri murid yang terdiri atas motivasi positif, percaya diri, tersediannya materi yang memadai untuk memancing aktifitas, adanya strategi dan aspek-aspek jiwa anak.
Pendekatan Pembelajaran Bahasa
Dalam pembelajaran bahasa supaya berhasil dengan baik diperlukan beberapa pendekatan. Bahasa yang semula dianggap mudah dan mengasyikan berubah menjadi pelajaran yang sulit ( Goodman, 1986). Sebagai contoh banyak anak didik .kita mendapat nilai yang kurang pada setiap evaluasi. Pendekatan pembelajaran bahasa antara lain
1. Pendekatan Whole Language adalah pendekatan pengajaran bahasa yang disajikan secara utuh, tidak terpisah-pisah ( Edelsky, 1991; Frosse, 1990; Goodman, 1986; Weaver, 1992 ). Para ahli whole language berkeyakinan bahwa bahasa merupakan kesatuan ( whole ) yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Rigg, 1991). Pengajaran tentang ketrampilan dan komponen bahasa seperti tatabahasa dan kosakata disajikan secara utuh bermakana dan dalam situasi nyata dan otentik. Dalam komponen whole language yang pertama adalah reading alaud dimana guru membaca untuk muridnya. Guru membaca dengan menggunakan suara yang keras dan intonasi yang baik sehingga murid menikmatinya dengan penuh semangat dan terkesima larut terbawa dalam alam cerita. Manfaat yang dapat dipetik yaitu meningkatkan ketrampilan menyimak, memperkaya kosa kata, meningkatkan pemahaman, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan minat baca anak didik Kedua adalah journal writing ( menulis jurnal ). Ini sangat mudah dilakukan karena merupakan sarana yang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya, menceritakan kejadian di sekitarnya, membeberkan hasil belajarnya dalam bentuk bahasa tulisan. Manfaat jurnal writing : meningkatkan kemampuan menulis, meningkatkan kemampuan membaca, menumbuhkan keberanian menghadapi resiko, memberi kesempatan untuk memberi refleksi, memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi, memberi tempat yang aman dan rahasia untuk menulis, meningkatkan kemampuan berfikir, meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis, memjadi alat evaluasi, menjadi dokumen tertulis (Puji Santoso, 2005 : 2.5 )
2. Pendekatan Ketrampilan Proses adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara aktif dan kratif dalam proses pemerolehan hasil belajar. Pendekatan ketrampilan proses menumbuhkan kemampuan dasar untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan kemapuan yang meliputi beberapa kemampuan, seperti : (1) kemampuan mengamati, (2) kemampuan menghitung, (3) kemampuan mengukur, (4) kemampuan mengklasifikasi, (5) kemampuan menemukan hubungan, (6) kemampuan membuat prediksi, (7) kemapuan melaksanakan penelitian, (8) kemampuan mengumpulkan, (9) menganalisa data, (10) mengkomunikasikan hasil ( Syafe’I , 1998 : 2.32 ).
3. Pendekatan Komunikatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa, juga mengembangkan prosedur-prosedur bagi pembelajaran empat ketrampilan bahasa ( menyimak, membaca, berbicara, dan menulis ), mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa. Ciri-ciri utama pendekatan komunikatif adalah adanya kedua kegiatan yang saling berkaitan erat yaitu
kegiatan – kegiatan komunikatif fungsional ( fungtional communication activities ) dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya inteaksi social ( social interaction activities ).
Menurut Finocchiaro dan Brumfit (dalam Tarigan, 1989:294) Prosedur penggunaan pendekatan komunikatif secara garis besar adalah sebagai berikut :
a. Penyajian Dialog Singkat
b. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan
c. Penyajian Tanya Jawab
d. Penelaah dan Pengkajian
e. Penarikan Simpulan
f. Aktivitas Intepetatif
g. Aktivitas Produksi Lisan
h. Pemberian Tugas
i. Pelaksanaan Evaluasi.
Dalam penyajian dalog singkat guru memberi motivasi kepada siswa misalkan saja materi yang akan dibahas disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam pembelajaran mengarang hal ini sangat efektif karena ingatan anak masuk dalam kondisi aktual saat itu. Dan hal ini sering diekplorasi sehingga menjadikan hasil karangan yang baik. Pada mulanya memang anak kurang bagus dalam hal penguasaan kosa kata dan tatabahasa tetapi dengan seringnya berlatih maka kebehasilan bisa diraihnya.
Pelatihan lisan dialog yang disajikan guru secara lisan oleh anak akan diulang dalam bentuk lisan maupun tulis. Ini memungkinkan anak lebih tahu akan cara menulis dan merekam suatu respon atau berita.
Untuk mengembangkan daya kratifitas guru memunculkan gagasan yang sesuai situasi dengan cara tanya jawab. Ini bisa merangsang anak untuk berpikir kreatis, dinamis, dan produktif. Selanjutnya pada pengkajian anak diajak untuk mengkaji ungkapan dalam dialog. Setelah itu anak diminta untuk menunjukkan ungkapan yang sejenis untuk mengetahui kekomunikatifannya. Dalam penarikan simpulan siswa diharapkan mampu membuat simpulan tentang kaidah tata bahasa dalam dialog yang ditampilkan dalam pembelajaran
Pada aktivitas intrepetatif adalah aktivitas mengarahkan siswa agar dapat menginterpretasikan beberapa dialog yang dilisankan. Sedangkan pada aktivitas produksi lisan dimana anak tejadi aktivitas komunikasi terbimbing sampai pada aktivitas bebas.
Pembagian tugas adalah kegiatan yang mengharuskan para siswa mengerjakan tugas tertulis di rumah. Sedangkan pelaksanaan evaluasi dilaksanakan secara lisan sehingga penguasaan bahasa secara komunikatif dapat diatur. Dengan anak dibiasakan hal tersebut diatas maka pada proses mengarang akan mudah mengaktualisakannya dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dan yang teakhir ini bias dijadikan bukti otentik hasil mengarangnya meliputi ranah ketrampilan berbahasa.

Strategi Pembelajaran Bahasa Tulis
Menulis untuk menghasilkan karya tulis bagi sebagian orang mungkin menyulitkan karena perlu kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan dan dilakukan. Menulis sering dilakukan bagi setiap orang. Maka tugas guru sebagai motivator bagi anak didik perlu hendaknya mampu memberdayakan siswa untuk gemar menulis yang menghasilkan karya tulis yang baik dan benar serta berdaya guna serta multi fungsi.
Kiat – kiat yang bisa digunakan untuk membelajarkan cara menulis sebagai suatu proses yaitu :
1. Langsung menulis teori belakangan.
Pada kegiatan ini anak diajak menulis sebisanya anak, dengan gaya bahasa, tulisan, tanda baca dan lain sebagainya. Anak diberi keleluasaan untuk mengaktualisasikan buah pikirnya dalam tulisan. Dengan diberi kebebasan maka akan terangsang dan termotivasi untk mengarang sesuai buah pikirannya. Tulisan yang dipiih bisa berupa pengalaman yang baru dialami misalkan perjalanan dari rumah sampai sekolah dengan kejadian yang sangat berkesan bagi diri murid.
2. Mulai dari manapun boleh.
Pada intinya mengajak siswa untuk menulis, bukan mengajarkan menulis. Guru bisa mengajak menulis cerita, laporan,diskripsi, puisi dan apa saja. Bisa saja anak menulis jalan cerita suatu film dari televisi dengan gaya tulisannya sendiri. Langkah ini sangat efektif karena sesuatu telah dilihatnya. Selanjutnya dituangkan dalam tulisan.
3. Belajar sambil bercanda.
Guru bisa mengembangkan teknik humor supaya keadaan atau suasana bisa cair, fresh sehingga ide akan muncul dan mengalir dengan sendirinya bagi anak yang pada akhirnya menghasilkan suatu karangan yang baik pula.
4. Pembelajaran menulis nonlinier.
Guru yang terpenting dalam hal ini menanamkan kebiasaan dan kecintaan menulis. Pelajaran menulis tidak harus ada urutan-urutan.
5. Bebicara meniru mendengarkan ,menulis meniru membaca.
Dengan banyak membaca maka dia akan pandai menulis. Membaca bisa membuat bakat seseoang berkembang.
Strategi pembelajaran menulis bisa dilaksanakan didalam kelas atau di luar kelas.
Pembelajaran di dalam kelas meliputi bermain-main dengan bahasa dan tulisan, kuis, mengganti akhir cerita, dan menulis meniru model. Di luar kelas guru dapat menggunakan strategi menulis buku harian, menyelenggarakan majalah dinding supaya anak lebih senang menulis.
Implikasi dari pengetahuan tentang anak dan individu dalam proses pelaksanaan kurikulum (pembelajaran) dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara operasional selalu berpusat kepada perubahan tingkah laku siswa.
2. Bahan/materi pelajaan yang diberikan sesuai kebutuhan, minat, dan perhatian siswa dan bahan tersebut mudah dijangkau siswa.
3. Strategi pembelajaran atau cara menyampaikan bahan ajar disesuakan dengan taraf perkembangan siswa.
4. Media yang dipakai senantiasa dapat menarik perhatian dan minat siswa.
5. Sistem evaluasi berpadu dalam suatu kesatuan yang menyeluruh dan berkesinambungan dari satu tahap ke tahap yang lainnya dan dijalankan secara terus menerus.
Dengan melaksanakan pembelajaran yang efektif, efesien dan menyenangkan maka guru telah memberdayakan anak didik untuk bisa mempunyai kebiasaan menulis dengan pada awalnya hanya hobi yang selanjutnya terarah sehingga bisa memproduksi karya tulis yang bisa mempengaruhi pembaca dan audien untuk melakukan kegiatan yang produktif dalam hal kognitif, afektif dan psikomor sehingga terjadi rantai kehidupan komunitas manusia yang gemar membaca dan menulis. Maka dengan terciptanya masyarakat yang gemar membaca terbentuklah generasi dengan sumber daya yang unggul berdaya saing tinggi sehingga bisa mengangkat harkat dan martabat diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.


Daftar Pustaka

Asep Herry Hernawan, 2005, Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka , Jakarta
Majalah Swamedia, Edisi 3, 2009
Puji Santosa, dkk, 2005, Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka , Jakarta

Jumat, 11 Juni 2010

SD Terpencil

SD terpencil ingatanalam kita adalah SD yang ada di pinggiran. ternyata terpencil tidak itu saja melainkan dalam segala hal baik gedung, murid, guru. kita perlu mengapresiasi keberadaan SD terpencil dari segenap keberadaannya. kita harus condong untuk membuat manfaat dari keunggulan lokal. Dalam analisa SWOT kita harus bisa memanfaatkan kekuatan/kelebihan untuk meraih peluang. Maka yang mungkin bisa diberdayakan dalam manajemen sekolah adalah mengekplorasi semua potensi untuk mencapai
nilai kepatutan.

Selasa, 28 Juli 2009

ARTIKEL

PRESTASI

Prestasi merupakan hal yang selalu diharapkan dalam kegiatan. Prestasi adalah puncak dari kegiatan. Prestasi dapat dikatakan berhasil bila telah dicapai tingkat keberhasilan minimal sepadan dari pada tujuan. Kegiatan apa saja baik dalam segala kecil maupun besar bila harapan atau tujuan yang akan dicapai terpenuhi maka secara naluri akan terpuaskan.
Bagi seorang pendidik ( baca: guru ) membangun prestasi bisa dimulai dari hal yang kecil misalkan makan dengan tangan kanan. Masuk kelas dengan kaki kanan. Selalu menutup mulut bila bersendawa. Dan masih banyak lagi hal kecil yan mesti dibenahi. Karena guru adalah panutan bagi lingkungannya terutama anak didik.
Sering kita terbelenggu tentang makna prestasi. Kita selalu mengejar hal besar tetapi hal yan sepele nan kecil tak tesentuh sedikitpun. Pendidikan yang menjadikan output sikap menjadi salah satu tujuan maka tidak mengherankan bila kita juga terpacu dan memacu untuk hal tesebut.
Dalam skala besar memang kita dituntut berdaya saing bidang kognitif dan psychomotor tetapi jangan sekali-kali mengabaikan hal afektifnya.
Manusia dikatakan berprestasi bila bisa merubah kedaan nafsu yang jelek menjadi kondisi nafsu yang kondusif. Guru merasa berhasil bila dalam pembelajaranya tidak hanya mentransfer sejumlah kasanah kognitif dan pemberdayaan psikomotor saja tetapi dibarengi terpatrinya afektif pada sikap individu peserta didik. Inilah yang dikatakan pemberdayaan secara keseluruhan.

Prestasi akademik anak didik

Bagi semua orang pada umumnya dan seorang guru pada khususnya memang merasa bahagia bila hal yang diidam-idamkanm menjadi terwujud dan terlaksana. Kita sering terlibat aktif dalam pemberdayaan anak didik. Dalam hal ini kita harus mampu mendidik dan mengajar dengan manajemen yang tepat. Apabila kita akan membuat proyek supaya anak didik kita bisa meraih juara dalam ajang prestasi maka langkah pertama harus kita tempuh adalah mencari bibit sedini mungkin. Anak kelas 1 adalah obyek yang akan kita jadikan bibit. Mana anak yang pandai dan cakap dalam mata pelajaran tertentu harus mendapat perhatian khusus untuk diberdayakan dalam persiapan menjadi duta sekolah sebagai peserta ajang lomba mata pelajaran.
Lomba mata pelajaran sering menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Untuk lomba mata pelajaran tertentu misalkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ), Matematika, Bahasa Indonesia dan lain-lain yang pesertanya nota bene adalah kelas V atau juga bisa kelas IV. Setelah kita mencari bibit sejak dini pada kelas I maka langkah selanjutnya adalah pada kelas II. Oleh gurunya diberi semacam latihan soal sederhana untuk spesifikasi mata pelajaran yang spesifik lagi. Maka pada kelas III langsung di beri pembinaan yang intensif. Dengan pembinaan intensif setiap minggu sekian pertemuan maka khasanah materi dan khasanah latihan soal akan lebih banyak terserap oleh si anak didik tersebut. Maka pada tahap berikutnya adalah pada kelas IV. Pada kelas ini pelatihan dan tray out harus sering ditingkatkan dari segi kualitas dan kuantitas. Dari segi kualitas bisa berupa tingkat kesulitan soal perlu ditingkatkan. Dari segi kuantitas adalah banyaknya serapan oleh anak tentang materi dan jumlah soal untuk dipelajari dan dilatihkan. Maka yang terakhir adalah bila pada kelas V ada lomba mata pelajaran, siswa kita yang sudah dipersiapkan dengan matang dalam waktu yang lama diharapkan akan membawa prestasi yang bisa mengharumkan sekolah, masyarakat, kecamatan, kabupaten bahkan bisa maju melaju di ajang bergengsi lomba di tingkat nasional.

Mentalitas

Sering kita terbelenggu oleh konsep rasionalitas bahwa semua bisa diukur secara rasio atau akal pikiran manusia. Membentuk pola pikir dengan diimbangi kemampuan mental yang prima adalah suatu keharusan. Sering kita terjebak bahwa tugas kita sebagai guru hanya mentrasfer sejumlah ilmu pengetahuan. Selanjutnya mental adalah sering kali kita abaikan. Pembentukan karakter mental yang harus kita bangun adalah bahwa segala sesuatu ada yang menggerakkan. Penanaman konsep seperti ini harus selalu tumbuh dan menjalar pada setiap individu. Terutama anak didik yang bisa kita ibaratkan sebagai tanaman yang perlu sekali pengolahan, pemupukan dan perawatan sehingga menjadi manusia-manusia unggul dalam prestasi dan bagus dalam aplikasi hati nurani.
Penanaman konsep doa harus selalu didengungkan setiap waktu. Ini supaya anak didik selalu berhubungan secara vertikal pada sang Khalik. Dengan hal seperti itu maka terdapat rasa membutuhkan pada Sang Penciptanya. Tuhan berfirman yang artinya Berdoalah kepada Aku ( Allah ) niscaya Aku kabulkan. Dalam Surat Al baqoroh ayat 186 Tuhan berfirman : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman Kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Maka dengan merujuk dari firman Tuhan tersebut, berdoa adalah semacam perintah. Karena ini perintah kalau dilaksanakan merupakan salah satu ciri orang yang bertaqwa.
Bila kita akan melaksanakan sesuatu terutama dalam hal lomba mesti ada baiknya bila satu lingkup tertentu melakukan doa bersama demi suksesnya acara dan yang tak kalah pentingnya adalah supaya Tuhan memberikan jalan yang terbaik menurut kehendak Tuhan. Karena kehendak Tuhan adalah kehendak yang sempurna. Kalau kita manusia selalu punya kemauan tetapi sering mengabaikan kuasa Tuhan.
Membangun prestasi harus dibarengi dengan membangun mentalitas. Sebab prestasi selalu berhubungan dengan mentalitas. Mental yang baik akan menimbulkan hal yang baik pula. Prestasi yang diraih adalah karunia. Maka sepantasnya bila disyukuri. Tetapi mungkin kita sering bersingungan dengan kalayak lain yang menilai negatif terhadap kita. Maka konsep yang kita bangun adalah mental awal yang baik pula dan harus sangat kokoh. Semakin tinggi suatu pohon maka semakin kencang angin menerpanya. Itu juga berlaku bagi manusia. Maka yang terpenting siap konsekuensi dalam setiap tindakan. Jadi pada akhirnya prestasi harus diusahakan untuk kita raih baik bagi siswa juga bagai sang guru dan harus terbalut dalam baju mental positif dan kondusif. Membangun prestasi harus dimulai dari diri pribadi sebagai tauladan dan ditranfer untuk obyek ( siswa ) untuk menciptakan generasi yang tangguh, handal tetapi tetap dalam iman.


Email : kastowojatilawang@yahoo.com
Web : http://jatilawang-tulisan.blogspot.com

Sabtu, 28 Maret 2009

TULISAN KALBU.....: ikhlas

TULISAN KALBU.....: ikhlas

ikhlas

ke ikhlasan adalah suatu yang sering didengungkan oleh setiap nurani. Tetapi untuk aplikasinya memang sulit. Kita mesti latihan. Latihan bisa dimulai denan sikap perenungan mana yang telah kita lakukan. Dalam perenungan terjadi pengendapan emosi yang fluktuatif sehingga seluruh nadi agak pelan dalam mobilisasi darah. Perenungan yang baik dilaksanakan setiap saat. Dengan perenungan juga menambah energi batin yang luar biasa. Dalam kontek keikhlasan kita dituntut untuk selalu muncul dalam lini kehidupan.

Setelah kita melakukan perenungan mestinya aplikasinya adalah proses afektif dalam jiwa dan nyata. Kita sering sekali kontak langsung dengan apa yang namanya masalah. Kalau kita ikhlas maka yan kita dapat adalah nikmat yang tiada taranya.

Semua harus kita cermati dan kaji lebih dalam. Dan pada kesimpulannya ikhlas akan membawa keberkahan dan manfaat bagi diri dan keluarga dan masyarakat jamial alamin. Bayangkan bila seluruh dunia manusia bisa ikhlas maka yan didapat adalah kedamaian dan ketenteraman... Amiiin.

Selasa, 03 Maret 2009

jejak sutra

jejak sutra

kemarau panjang
tanpa hadng
jiwa meradang
penuh bimbang

terseok jalanku
mandiri keberdaya
asa...membahana
tuk raih jalan sutra
dalam memori tapak sutra
mendulang cita
merangkul suka
mengukir bahagia
dalam peraga dunia
nan sejahtera
sampai akhir masa